Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:27 WIB
Tiga anak bermain di posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Baca 10 detik
  • BMKG melakukan survei teknis pascagempa di Pulau Flores, NTT, untuk memetakan dampak dan mitigasi risiko.
  • Tim BMKG melaksanakan survei makroseismik, mikroseismik, dan tsunami di beberapa kabupaten untuk mengumpulkan data lapangan yang akurat.
  • Hasil survei tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan pemulihan dan penanganan bencana di wilayah terdampak.

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan survei teknis di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini dilakukan untuk memetakan dampak gempa, kondisi tanah, hingga potensi risiko di wilayah terdampak sebagai dasar penanganan pascabencana.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan data lapangan yang akurat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemulihan sekaligus memperkuat mitigasi risiko bencana di NTT.

"Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Kemendagri, serta unsur Forkopimda demi memastikan keselamatan warga dan menyajikan data faktual yang komprehensif,” kata Faisal, Sabtu (22/8/2026).

Dalam survei tersebut, BMKG melakukan kajian makroseismik, mikroseismik, hingga survei tsunami untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa dan kondisi wilayah terdampak.

Survei makroseismik dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan tingkat guncangan serta dampak kerusakan bangunan.

Sementara survei mikroseismik bertujuan mengukur karakteristik tanah menggunakan metode mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW).

Pengukuran itu diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi tanah dan struktur bawah permukaan yang berpengaruh terhadap respons suatu wilayah ketika terjadi guncangan gempa.

Selain itu, BMKG juga melakukan survei tsunami untuk memeriksa kondisi pesisir serta memverifikasi kemungkinan perubahan muka air laut setelah gempa.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensi, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan survei lapangan dilakukan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, serta sejumlah wilayah lain di sekitar Flores.

Berdasarkan pemetaan sementara, tim menemukan kerusakan pada sejumlah rumah warga, fasilitas publik, dan bangunan lainnya.

Namun, BMKG masih melakukan verifikasi dan pengumpulan data untuk memetakan distribusi tingkat guncangan, karakteristik tanah, serta pola kerusakan secara lebih menyeluruh.

"Instansi atau tenaga teknis yang memiliki kewenangan di bidang struktur bangunan tetap harus memeriksa keamanan struktur bangunan secara lebih detail," kata Teguh.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menambahkan, selain melakukan survei teknis, BMKG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan menyosialisasikan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Hingga kini, tim masih melakukan pengukuran di sejumlah lokasi terdampak.

Seluruh hasil survei akan dianalisis dan disusun dalam kajian teknis pascagempa yang diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam penanganan bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta penguatan mitigasi risiko gempa bumi di NTT.

Load More