- Ratusan mahasiswa BEM Semarang Raya berunjuk rasa di Jalan Pemuda, Semarang, pada Rabu petang, 26 Agustus 2026.
- Polisi sempat menghalau massa ke Tugu Muda karena dikhawatirkan memicu kemacetan parah di ruas jalan utama.
- Setelah negosiasi, polisi mengizinkan massa berorasi di Tugu Muda untuk mengkritisi program Makan Bergizi Gratis.
SuaraJawaTengah.id - Seribuan massa aksi BEM Semarang Raya (Sera) sempat memanas setelah keinginan mereka berorasi di Tugu Muda, Kota Semarang, dihadang aparat kepolisian.
Pantauan di lokasi, insiden itu terjadi menjelang pukul 17.30 di Ruas Jalan Pemuda, tak jauh dari Balai Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). BEM Sera sendiri merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai universitas, yang aksi hari itu di Jalan Pemuda dari Kota Semarang.
Aksi saling dorong mewarnai unjuk rasa sore jelang petang itu. Akhirnya, sekira pukul 17.34 WIB, negosiator polisi membolehkan massa aksi menuju ke Bundaran Tugu Muda.
Dari balik pengeras suara, negosiator sempat menyebut pertimbangan aksi tidak di Tugu Muda karena rawan menimbulkan kemacetan. Mengingat bundaran itu menghubungkan berbagai ruas jalan utama Ibu Kota Provinsi Jateng ini.
Setelah diperbolehkan menggelar aksi di Tugu Muda, massa aksi akhirnya berjalan ke arah barat menuju lokasi. Pengawalan polisi terlihat dilakukan ketat, baik yang berseragam maupun tidak berseragam.
Di satu sisi, Kompleks Balai Kota Semarang terlihat ditutup gerbang depannya. Pasukan Sabhara hingga Brimob terlihat berjaga di dalam kompleks Kantor Wali Kota Semarang itu.
Pada hari ini, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya; mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipandang sarat korupsi.
Kontributor : Eka Setiawan
Baca Juga: Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Semen Gresik Kenalkan Dunia Kerja Industri kepada Puluhan Mahasiswa Prodi Fisika UAD Yogyakarta
-
Ditinggal 15 Menit, Balita di Pati Tewas Terbakar, Obat Nyamuk Diduga Jadi Pemicu
-
Kapolda Jateng Ancam PTDH Polisi yang Bekingi Judi dan Narkoba
-
AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka Kini Dipercaya Pimpin Polresta Solo
-
BRI Perkuat Transaksi Digital dan Ekosistem UMKM di MotoGP Mandalika