- Universitas Terbuka Purwokerto menggelar ziarah makam R.M. Margono Djojohadikusumo di Banyumas pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Kegiatan yang dihadiri Teti Rohatiningsih dan Wisnu Suhardono ini menjadi pembuka rangkaian acara Halaqah bertema ekonomi syariah.
- Ziarah tersebut bertujuan meneladani nilai perjuangan pahlawan untuk memperluas akses pendidikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama.
SuaraJawaTengah.id - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto mengawali rangkaian kegiatan Halaqah bertema ”Dari Akses Terbuka Menuju Maslahat Bersama: Membangun Inklusivitas Ekonomi Syariah di Lingkungan UT”, dengan menggelar ziarah dan doa bersama di makam R.M. Margono Djojohadikusumo.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Makam Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026) sore itu, menjadi momentum reflektif untuk meneladani nilai kemandirian, dan gagasan pembangunan ekonomi pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) itu.
Hadir dalam ziarah tersebut anggota DPR RI Hj. Teti Rohatiningsih, dan Ketua Umum Paguyuban Serulingmas (Seruan Eling Banyumas) Wisnu Suhardono. Ziarah itu menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan rangkaian Gala Dinner, dan forum diskusi akademik Halaqah.
Direktur UT Purwokerto, Prasetyarti Utami menyampaikan, rekam jejak perjuangan R.M. Margono memiliki keterkaitan substantif dengan misi perguruan tinggi dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi. Pemikiran Margono mengenai penguatan lembaga ekonomi yang berpihak pada rakyat sejalan dengan prinsip akses pendidikan terbuka.
“Nilai perjuangan para pendahulu harus menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi terbuka, UT memiliki tanggung jawab untuk terus membuka akses, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan pendidikan yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan akses pendidikan tinggi yang diusung UT ditujukan untuk melahirkan pemerataan kesempatan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara substantif. Nilai keadilan, kebermanfaatan, dan amanah menjadi titik temu antara spirit perjuangan tokoh asal Banyumas tersebut, dengan gagasan ekonomi syariah inklusif yang dibahas dalam halaqah.
Menurutnya, ziarah menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa, membutuhkan manusia-manusia yang memiliki visi, keberanian, integritas, dan kepedulian terhadap kepentingan yang lebih luas. Ia berharap nilai perjuangan yang diwariskan R.M. Margono Djojohadikusumo, dapat terus menginspirasi sivitas akademika UT Purwokerto, dalam menjalankan perannya.
“Kami berharap semangat yang kita bawa dari kegiatan ziarah ini dapat terus hidup dalam berbagai program dan kerja nyata Universitas Terbuka Purwokerto. Nilai perjuangan harus diterjemahkan menjadi semangat untuk memberikan akses pendidikan yang semakin luas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” ucapnya.
Semangat tersebut juga memiliki hubungan yang erat dengan tema Halaqah, yang mengangkat gagasan mengenai akses terbuka, dan kemaslahatan bersama. Nilai keadilan, pemerataan, amanah, kepedulian, dan kebermanfaatan menjadi titik temu antara semangat perjuangan R.M. Margono, dengan upaya membangun ekosistem pendidikan dan ekonomi yang lebih inklusif.
Baca Juga: SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
Dalam dokumen sambutan kegiatan, rangkaian Halaqah disebut diawali dengan doa bersama dan ziarah, sebagai momentum untuk merefleksikan keterkaitan antara visi dan misi Universitas Terbuka, dengan spirit perjuangan dan nilai luhur yang diwariskan R.M. Margono Djojohadikusumo.
Bagi UT Purwokerto, pendidikan terbuka tidak hanya berarti membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi. Lebih dari itu, keterbukaan harus mampu melahirkan kesempatan, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan memberikan dampak yang nyata.
Kehadiran Hj. Teti Rohatiningsih, S.Sos. serta Dr. Wisnu Suhardono dalam kegiatan itu, juga memperlihatkan pentingnya kebersamaan berbagai elemen dalam menjaga sejarah, dan membangun masa depan. Pendidikan, pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh daerah, dan berbagai pemangku kepentingan memiliki peran yang saling melengkapi.
Ziarah di makam R.M. Margono Djojohadikusumo, menjadi titik awal dari perjalanan rangkaian kegiatan yang lebih besar. Dari ruang refleksi sejarah, para peserta kemudian diajak memasuki ruang dialog, dan pertukaran gagasan melalui Gala Dinner dan Halaqah.
UT Purwokerto berharap, rangkaian kegiatan itu dapat menjadi satu kesatuan perjalanan, mulai dari meneladani nilai perjuangan masa lalu, memperkuat silaturahmi dan kolaborasi pada masa kini, hingga merumuskan gagasan dan langkah konkret bagi masa depan.
Dari makam R.M. Margono Djojohadikusumo, sebuah pesan kembali digaungkan: bahwa kemajuan harus selalu memiliki akar nilai. Pendidikan harus membuka jalan bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat. Dan setiap bentuk pembangunan harus diarahkan untuk menghadirkan keadilan serta kemaslahatan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang