- PT KAI Daop 5 Purwokerto bersiap mengembalikan kondisi eks Stasiun Banjarnegara sesuai arahan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah.
- Proses penanganan mencakup kajian bangunan, pengurusan izin bupati, serta permintaan rekomendasi teknis demi menjaga prinsip cagar budaya.
- KAI membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara agar pelestarian sejarah dan pemanfaatan bangunan berjalan seiring.
SuaraJawaTengah.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto mulai menyiapkan langkah pengembalian kondisi eks Stasiun Banjarnegara setelah mendapat arahan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.
Bangunan eks Stasiun Banjarnegara yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut akan ditangani dengan mengacu pada kaidah pelestarian. KAI menyebut prosesnya akan mencakup kajian kondisi bangunan, pengurusan perizinan, hingga permintaan rekomendasi teknis dari BPK Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan arahan BPK Jawa Tengah menjadi acuan penting bagi KAI dalam menentukan langkah penanganan bangunan bersejarah tersebut.
“PT KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan dan masukan dari BPK Jawa Tengah, termasuk terkait kajian pengembalian kondisi bangunan, rencana pemanfaatan, maupun prosedur perizinannya,” kata As'ad melalui aplikasi pesan, Selasa (22/9/2026) malam.
Menurut As'ad, KAI akan menjalankan sejumlah proses secara paralel untuk memastikan penanganan eks Stasiun Banjarnegara sesuai ketentuan.
Salah satunya dengan melakukan kajian terkait langkah pengembalian kondisi bangunan. KAI juga akan mengajukan izin kepada Bupati Banjarnegara sebelum melaksanakan tahapan penanganan selanjutnya.
Selain itu, KAI akan meminta rekomendasi sekaligus arahan teknis dari BPK Jawa Tengah.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap tindakan terhadap bangunan eks Stasiun Banjarnegara tetap memperhatikan ketentuan pelestarian cagar budaya.
“KAI berkomitmen untuk secepatnya mengembalikan kondisi bangunan sesuai dengan arahan dan kaidah pelestarian cagar budaya,” ujarnya.
Baca Juga: Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
Buka Ruang Kolaborasi
Dalam proses penanganan selanjutnya, KAI juga membuka ruang koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, BPK Jawa Tengah, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Koordinasi dinilai penting mengingat bangunan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aset perusahaan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang harus diperhatikan dalam rencana pemanfaatannya.
As'ad mengatakan KAI ingin memastikan aspek pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan dengan rencana pemanfaatan bangunan.
“KAI juga siap berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, BPK Jawa Tengah, serta pihak terkait lainnya agar upaya pelestarian dan pemanfaatan bangunan dapat berjalan secara beriringan,” katanya.
KAI juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan dari berbagai pihak terhadap keberadaan eks Stasiun Banjarnegara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School