Ronald Seger Prabowo
Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB
Ilustrasi sejumlah MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Wakil Bupati Batang Suyono menyatakan jumlah warga diduga keracunan Makan Bergizi Gratis bertambah menjadi 276 orang pada Rabu, 23 September 2026.
  • Sebanyak 19 korban dirawat di RSUD Kalisari Batang akibat mengalami keluhan kesehatan seperti mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut.
  • Pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan masih memantau kondisi korban serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait sampel makanan yang telah diambil.

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 19 warga menjalani perawatan di RSUD Kalisari Batang setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Sementara itu, jumlah warga yang dilaporkan mengalami keluhan dalam kasus tersebut telah mencapai 276 orang. Data itu merupakan pembaruan yang disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono pada Rabu (23/9/2026).

Suyono mengatakan, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga yang mengalami keluhan. Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

"Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir," kata Suyono.

Para warga yang menjalani perawatan dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual dan pusing. Pemerintah Kabupaten Batang masih memantau kondisi mereka sekaligus menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah pasien bertambah.

Suyono mengatakan fasilitas kesehatan di wilayah Batang juga dipantau untuk memastikan ketersediaan tempat perawatan. Jika kapasitas rumah sakit tidak mencukupi, pasien dapat diarahkan ke puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap.

"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap," ujarnya.

276 Orang Terdampak, Pendataan Masih Berjalan
Di luar 19 warga yang menjalani perawatan di rumah sakit, pemerintah mencatat total 276 orang mengalami keluhan dalam kasus tersebut.

Warga yang terdata tersebar di wilayah layanan SPPG Kecamatan Bawang. SPPG itu memiliki sekitar 2.700 penerima manfaat.

Baca Juga: Jumlah Korban Keracunan MBG di Pati Terus Bertambah, Kini Capai 401 Orang, Posyandu Kena Dampak

Pemerintah menegaskan angka 2.700 merupakan jumlah keseluruhan penerima manfaat, bukan jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan.

Layanan SPPG tersebut mencakup sedikitnya 11 satuan pendidikan dan lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Lembaga tersebut yakni TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Namun, pemerintah belum menyimpulkan bahwa seluruh siswa atau warga dari 11 lembaga tersebut mengalami gangguan kesehatan. Verifikasi terhadap sebaran korban masih dilakukan.

Pendataan juga menemukan adanya orang tua yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka.

"Orang tua memakan dari sisa anak," kata Suyono.

Dengan demikian, warga yang mengalami keluhan tidak seluruhnya merupakan penerima langsung makanan MBG. Pemerintah masih menelusuri pola konsumsi makanan tersebut untuk melengkapi pendataan kasus.

Load More