Ronald Seger Prabowo
Kamis, 24 September 2026 | 19:46 WIB
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), meninjau korban keracunan MBG di RSUD Batang, Kabupaten Batang. [Pemkab Batang]
Baca 10 detik
  • Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan pemerintah kabupaten menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan makanan.
  • Ratusan warga dari berbagai usia dirawat di fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual akibat makan bergizi.
  • Pemerintah daerah mengaudit fasilitas penyedia makanan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.

SuaraJawaTengah.id - Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung Pemkab Batang.

Kepastian itu disampaikan setelah ratusan warga mengalami gejala keracunan dan mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Faiz didampingi Direktur RSUD Batang, dr Any Rusydiani, memantau langsung kondisi korban serta pelayanan medis di kompleks Ruang Wijayakusuma RSUD Batang, Kamis (24/9/2026).

Dalam kunjungannya, Faiz mengecek ketersediaan obat dan tempat tidur pasien, menyusul terus bertambahnya jumlah korban. Ia memastikan kebutuhan obat untuk penanganan pasien tercukupi.

“Stok obat saya pastikan cukup untuk menangani korban keracunan MBG. Tempat tidur pasien juga tersedia, meski harus ditempatkan di selasar Ruang Wijayakusuma dan Diklat,” kata Faiz.

Faiz mengatakan jumlah warga yang terdampak masih berpotensi bertambah. Hingga Rabu (23/9/2026) malam, tercatat 276 orang mendapat penanganan. Jumlah tersebut bertambah tiga pasien pada Kamis pagi dan diperkirakan masih dapat meningkat hingga sekitar 300 orang.

Korban yang mengalami gejala tersebar dalam rentang usia mulai dari balita berusia 10 bulan hingga lanjut usia.

“Pasien yang dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti puskesmas maupun rumah sakit. Di RSUD Batang 46, RSUD Limpung 41, dan ratusan lainnya di beberapa puskesmas,” ujarnya.

Pemkab Audit SPPG Bawang

Baca Juga: Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG

Terkait penanganan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, Faiz mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.

“Saya langsung telepon beliau dan diarahkan untuk melakukan audit terhadap SPPG terkait, serta monitoring terhadap seluruh SPPG. Jika memang perlu ditutup, maka akan ditutup,” tegasnya.

Meski telah meninjau kondisi pasien, Faiz belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui sumber keracunan.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan sumber keracunannya,” katanya.

Warga Mengaku Mengalami Mual dan Muntah

Salah satu pasien, Desi, 34 tahun, turut menjalani perawatan di IGD RSUD Batang bersama kedua anaknya. Ia mengaku ketiganya mengonsumsi menu MBG yang diterima pada Selasa (22/9/2026) siang.

Load More