- Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan pemerintah kabupaten menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan makanan.
- Ratusan warga dari berbagai usia dirawat di fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual akibat makan bergizi.
- Pemerintah daerah mengaudit fasilitas penyedia makanan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.
SuaraJawaTengah.id - Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung Pemkab Batang.
Kepastian itu disampaikan setelah ratusan warga mengalami gejala keracunan dan mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Faiz didampingi Direktur RSUD Batang, dr Any Rusydiani, memantau langsung kondisi korban serta pelayanan medis di kompleks Ruang Wijayakusuma RSUD Batang, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungannya, Faiz mengecek ketersediaan obat dan tempat tidur pasien, menyusul terus bertambahnya jumlah korban. Ia memastikan kebutuhan obat untuk penanganan pasien tercukupi.
“Stok obat saya pastikan cukup untuk menangani korban keracunan MBG. Tempat tidur pasien juga tersedia, meski harus ditempatkan di selasar Ruang Wijayakusuma dan Diklat,” kata Faiz.
Faiz mengatakan jumlah warga yang terdampak masih berpotensi bertambah. Hingga Rabu (23/9/2026) malam, tercatat 276 orang mendapat penanganan. Jumlah tersebut bertambah tiga pasien pada Kamis pagi dan diperkirakan masih dapat meningkat hingga sekitar 300 orang.
Korban yang mengalami gejala tersebar dalam rentang usia mulai dari balita berusia 10 bulan hingga lanjut usia.
“Pasien yang dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti puskesmas maupun rumah sakit. Di RSUD Batang 46, RSUD Limpung 41, dan ratusan lainnya di beberapa puskesmas,” ujarnya.
Pemkab Audit SPPG Bawang
Baca Juga: Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG
Terkait penanganan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, Faiz mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
“Saya langsung telepon beliau dan diarahkan untuk melakukan audit terhadap SPPG terkait, serta monitoring terhadap seluruh SPPG. Jika memang perlu ditutup, maka akan ditutup,” tegasnya.
Meski telah meninjau kondisi pasien, Faiz belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui sumber keracunan.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan sumber keracunannya,” katanya.
Warga Mengaku Mengalami Mual dan Muntah
Salah satu pasien, Desi, 34 tahun, turut menjalani perawatan di IGD RSUD Batang bersama kedua anaknya. Ia mengaku ketiganya mengonsumsi menu MBG yang diterima pada Selasa (22/9/2026) siang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda
-
Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya
-
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh
-
Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan
-
BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas