Ronald Seger Prabowo
Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB
Aneka cabai dan sayuran di lapak pedagang, Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto
Baca 10 detik
  • Harga berbagai jenis cabai di Pasar Manis Purwokerto mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.
  • Lonjakan harga tersebut disebabkan oleh minimnya pasokan akibat peremajaan tanaman petani dan faktor cuaca kekeringan.
  • Keterbatasan pasokan cabai di pasaran diperkirakan akan terus berlangsung hingga tanaman baru memasuki masa panen.

Situasi semakin berat karena kekeringan ikut mengganggu produksi. Keterbatasan air membuat tanaman cabai lebih cepat mengering dan rusak sehingga hasil panen tidak maksimal.

“Di sisi lain, faktor kekeringan menyebabkan tanaman cepat kering dan rusak. Hasil panen pun kurang maksimal karena air yang terbatas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, harga cabai di pasaran masih berpotensi kembali naik sebelum tanaman baru memasuki masa panen. Bagi konsumen, cabai mahal bukan sekadar soal harga di lapak pedagang, tetapi menjadi tanda bahwa pasokan dari lahan petani sedang berada di titik yang terbatas.

Load More