- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang pada 28 September 2026.
- Sebanyak lebih dari 700 penerima manfaat terdampak dan 34 orang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan berbeda.
- Dinas Kesehatan mengambil sampel laboratorium dan menghentikan sementara operasional SPPG Bawang selama 30 hari untuk investigasi.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau langsung pasien terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin, 28 September 2026.
Dalam kunjungan itu, baik Gibran maupun Luthfi mendatangi pasien satu per satu dan berdialog mengenai kondisi mereka.
Kunjungan dilakukan di tengah proses penanganan para penerima manfaat MBG yang mengalami gejala dugaan keracunan. Data per hari ini pukul 07.00 WIB, jumlah penerima manfaat yang terdampak telah mencapai lebih dari 700 orang.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah menjalani rawat jalan maupun diperbolehkan pulang. Sebanyak 34 pasien masih menjalani perawatan yang tersebar di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai standar operasional yang ada.
Ketika muncul dugaan keracunan, lanjut dia, puskesmas terdekat melakukan kunjungan ke lokasi terdampak maupun ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Petugas kemudian mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap air serta spesimen dari pasien, seperti muntahan maupun feses apabila terdapat keluhan diare. Petugas selanjutnya melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa dokumen, penggunaan alat pelindung diri, hingga peralatan kerja di SPPG.
Ia mengatakan, penjamah makanan pada umumnya juga telah mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan makanan serta langkah pencegahan keracunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi mengatakan penerima manfaat MBG berasal dari berbagai kelompok. Selain peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, program tersebut juga menyasar kelompok lainnya, termasuk balita dan ibu hamil.
Baca Juga: 276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab
Untuk pasien yang masih menjalani perawatan, menurut Ida, kondisinya terus menunjukkan perkembangan positif.
“Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan,” katanya.
Pasien masih terus dievaluasi oleh dokter penanggung jawab untuk menentukan apakah kondisi mereka telah memungkinkan untuk dipulangkan.
Adapun keluhan yang muncul pada penerima manfaat terdampak antara lain pusing, mual, diare, hingga sakit perut.
Zulfachmi menambahkan, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih belum dapat disimpulkan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim ke Yogyakarta.
“Sampelnya baik air, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa muntahannya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang
-
Temuan di Lapas Cibinong Jadi Alarm, Pakar Dorong Imipas Sisir Seluruh Lapas
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026 Satukan Langkah untuk Kepedulian Laut Batang
-
Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta