Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:07 WIB
Warga semarang yang sempat merayakan gelar juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ribuan warga Semarang menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 di halaman Kantor Gubernur pada 5 Oktober 2026.
  • Timnas Indonesia berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti dengan skor 4-2.
  • Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan warga mengapresiasi kegiatan nobar yang mempererat kebersamaan serta nasionalisme masyarakat.

SuaraJawaTengah.id - Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, berubah menjadi lautan manusia pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui layar raksasa. 

Nyala flare menerangi kerumunan, sementara nyanyian dan teriakan dukungan untuk Garuda menggema hingga ke Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Puncak euforia terjadi ketika kiper Timnas Indonesia Emil Audero menggagalkan penalti penendang keempat Thailand, Nattapong Sayriya. Warga langsung berdiri, berteriak dan saling merayakan kemenangan setelah Indonesia memastikan gelar juara dengan skor 4-2 melalui adu penalti.

Kemenangan itu terasa semakin dramatis karena Indonesia harus bangkit dua kali dalam pertandingan. Sempat unggul melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84, Indonesia kemudian disamakan Thailand tiga menit berselang lewat Iklas Sanron.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Thailand bahkan berbalik unggul 2-1 melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Di tengah harapan yang mulai menipis, Elkan Baggott menyamakan kedudukan pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan berakhir sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Saat penalti keempat Thailand berhasil ditepis Emil Audero, suasana di halaman Kantor Gubernur Jateng langsung pecah. Flare kembali menyala di tengah kerumunan. Nyanyian Garuda dan pekikan “Indonesia!” menggema, disambut lambaian bendera merah-putih dari berbagai sudut halaman.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut bersama ribuan warga. Ia menyebut, kemenangan tersebut menunjukkan kebangkitan sepak bola Indonesia.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengaku puas melihat para pemain mampu tetap tenang hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga: Mencetak 'Santri Garuda': Ikhtiar Darul Amanah Kendal Merevolusi Wajah Pesantren di Indonesia

"Saya puas, karena tim kita di akhir-akhir bisa menguasai, bisa tenang. Luar biasa, semoga ke depannya tambah juara lagi," ujarnya.

Taj Yasin juga menilai antusiasme warga sepanjang pertandingan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang muncul dari dukungan terhadap Timnas.

"Eforianya luar biasa. Kawan-kawan sangat semangat, nasionalismenya hebat, luar biasa atas kekompakanya," katanya.

Antusiasme warga bahkan tidak tertampung di halaman Kantor Gubernur Jateng. Kerumunan meluber hingga Jalan Pahlawan dan tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.

Anom Subawono, peserta nobar asal Surabaya yang kebetulan singgah di Semarang, menjadi salah satu warga yang ikut larut dalam suasana tersebut.

Menurut Anom, nobar yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur membuat masyarakat bisa merasakan suasana berbeda karena dapat menyaksikan pertandingan bersama-sama tanpa sekat dengan pemerintah.

Load More