Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:15 WIB
Korban kekerasan pengeroyokan di SRT Pati. [Kontributor/Singgih Tri]
Baca 10 detik
  • Siswa kelas X Sekolah Rakyat Terpadu Pati berinisial D mengalami pengeroyokan brutal oleh belasan teman sekolahnya pada 29 September 2026.
  • Korban menderita luka fisik parah termasuk gigi patah dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kejadian tersebut.
  • Keluarga korban bersama kuasa hukum telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polresta Pati karena pihak sekolah dinilai tidak kooperatif.

Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SRT Pati Fachrudin Dwi Saputro mengatakan, pihak sekolah mengetahui kejadian setelah mendapat laporan dari siswa. Wali yang bertugas kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kejadian telah dilerai oleh siswa lainnya.

“Untuk berita yang sedang viral saat ini, kami sedang mendalaminya bersama tim guru, wali asuh dan wali asrama. Apa pun alasan dan latar belakangnya, kami tidak membenarkan tindakan tersebut,” kata Fachrudin saat ditemui di SRT, Rabu, 7 Oktober 2026.

Setelah kejadian, korban sempat diajak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, korban saat itu memilih beristirahat.

Pihak sekolah kemudian memisahkan kamar korban dari lingkungan pengasuhan dan tetap melakukan pemantauan. Keesokan harinya, kondisi korban dinilai memerlukan pemeriksaan medis. Korban kemudian dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan.

“Setelah dirontgen, dari dokter area dada dan leher aman. Hanya ada luka sedikit di bagian gusi. Dinyatakan boleh pulang atau rawat jalan dan diberikan rujukan ke dokter gigi,” jelasnya.

Fachrudin mengatakan, sekolah juga masih mendalami jumlah dan peran siswa yang terlibat.

Sebab, berdasarkan informasi awal, terdapat siswa yang berupaya memisahkan, sementara lainnya hanya berada di lokasi.

“Jadi kami belum memastikan jumlahnya secara pasti,” bebernya.

Kontributor: Singgih Tri

Baca Juga: Jumlah Korban Keracunan MBG di Pati Terus Bertambah, Kini Capai 401 Orang, Posyandu Kena Dampak

Load More