Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:17 WIB
Local Hero Salatiga, Ikhsan Naufal Dwilaksana, saat membagikan pengalamannya dalam acara "Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda Salatiga" yang digelar oleh Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Bank Jateng Cabang di Joglo Tepi Sawah Salatiga, Kamis (8/10/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ikhsan Naufal Dwilaksana membagikan kisah perjuangan bisnisnya dalam acara inspiratif di Salatiga pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Ia merintis usaha stempel secara door-to-door sejak 2019 dan beralih ke pemasaran digital saat pandemi Covid-19 melanda.
  • Kini ia sukses mengelola berbagai unit usaha advertising dan digital printing yang mempekerjakan hingga 130 karyawan.

Selama sekitar dua setengah tahun memimpin perusahaan tersebut, Ikhsan mengungkapkan bahwa jumlah cabang berhasil bertambah dari tiga menjadi sepuluh, termasuk ketika bisnis menghadapi tantangan pandemi.

Setelah menyelesaikan amanah tersebut pada 2023, ia kembali memusatkan perhatian pada pengembangan bisnis pribadinya.

Bangun Usaha, Buka Lapangan Kerja

Saat ini, Ikhsan mengelola sejumlah unit usaha di bidang advertising dan digital printing, antara lain Up Project Advertising, Upstiker Indonesia, Up Merch yang berkolaborasi di Gunungkidul, serta We Print Digital Printing di Ambarawa.

Dari pengembangan sejumlah unit usaha tersebut, kelompok bisnis yang dikelolanya disebut mempekerjakan sekitar 50 hingga 130 karyawan.

Perjalanan Ikhsan memperlihatkan bahwa membangun usaha bukan hanya perkara mengejar keuntungan pribadi. Ketika bisnis berkembang, terbuka pula kesempatan kerja bagi orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan tiga hal yang menurutnya penting untuk membangun karier dan mengembangkan bisnis, yakni pengetahuan (knowledge), jaringan (network), dan kredibilitas (credibility).

Menurut Ikhsan, pengetahuan membantu seseorang membentuk pola pikir dan mengambil keputusan. Sementara itu, jaringan membuka peluang kolaborasi yang dapat memperluas usaha.

“Kita hidup tidak bisa tanpa berkolaborasi dan berjejaring. Salah satu pencapaian terbesar adalah ketika kita punya key person atau orang-orang berpengaruh yang bisa membuat keputusan,” ujar anggota jejaring bisnis internasional Business Network International (BNI) tersebut.

Baca Juga: Salatiga Bersiap Jadi Pusat Padel Nasional: Visi Ambisius PBPI untuk Olahraga Modern

Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan dan jaringan saja tidak cukup tanpa kredibilitas. Kejujuran, integritas, dan tanggung jawab menjadi hal penting untuk membangun kepercayaan dalam dunia kerja maupun bisnis.

“Kredibilitas artinya teman-teman bisa dipercaya dan jujur. Di era sekarang, pintar saja tidak cukup kalau perilakunya tidak bisa diatur dan mentalnya lemah. Apa pun pilihan fokus teman-teman, jalani dengan sungguh-sungguh dan jangan setengah-setengah,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti 87 anak muda dari berbagai organisasi kepemudaan dan kalangan pendidikan di Salatiga, antara lain HMI, PMII, IMM, OSIS, Pramuka, serta mahasiswa.

Selain Ikhsan, acara itu menghadirkan Ketua Komisi Kejaksaan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina GSI, Prof. Pujiyono Suwadi; Kepala Kesbangpol Salatiga, Sri Sarwanti; Co-Founder GSI, Anas Syahirul; perwakilan Bank Jateng Cabang Salatiga, Windri Hastomo Adi Nugroho; pemerhati pembangunan Jawa Tengah, Dr. Zulkifli Gayo; serta pegiat literasi digital dari Umuka, Niken Satyawati.

Load More