- Seorang pelajar SMP tewas akibat luka di kepala setelah terlibat tawuran di Kota Semarang.
- Polisi menangkap sembilan orang dan menetapkan satu tersangka berusia 18 tahun dalam kasus tersebut.
- Penyidik menyita sejumlah senjata tajam serta busur panah sebagai barang bukti di lokasi kejadian.
SuaraJawaTengah.id - Tawuran antarkelompok di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang, menewaskan Farel Ferrari Kusuma (16), seorang pelajar SMP.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka dan mengamankan sembilan orang untuk mendalami keterlibatan masing-masing.
Direktur Reserse Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Nunuk Setyowati mengatakan, tersangka berinisial KPA (18) berasal dari kelompok yang terlibat tawuran dengan kelompok korban.
"Sementara satu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, inisial KPA (18)," kata Nunuk.
Peristiwa tersebut terjadi di depan RSU Banyumanik 2, Jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang, pada Minggu dini hari.
Tawuran melibatkan dua kelompok yang saling menyerang hingga menyebabkan Farel mengalami luka serius di bagian kepala.
Nunuk menjelaskan, korban merupakan anggota salah satu kelompok yang terlibat bentrokan.
Saat kedua kelompok saling serang, Farel terkena sabetan senjata tajam di bagian kepala.
Setelah korban terjatuh, para pelaku dari kedua kelompok melarikan diri dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030
Farel sempat dilarikan ke RSU Banyumanik untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Polisi Sita Senjata Tajam dan Busur Panah
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam tawuran.
Dari jumlah itu, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan delapan orang lainnya masih diperiksa untuk mendalami peran masing-masing.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa enam senjata tajam, busur, serta sejumlah anak panah yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penyitaan barang bukti itu menjadi bagian dari upaya penyidik mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan keterlibatan setiap orang yang diamankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan
-
BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob
-
Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran
-
500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran