Budi Arista Romadhoni
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB
Pengerukan sedimentasi di sungai yang berada di Kota Semarang. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa dan mengeruk 38 lokasi sungai untuk mengantisipasi banjir pada Selasa (13/10/2026).
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan sebanyak 33 lokasi telah selesai dikerjakan sementara lima titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
  • Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk melakukan pengerukan sedimentasi di Banjir Kanal Barat.

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa dengan kapasitas total 92.190 liter per detik untuk mengantisipasi banjir dan genangan saat musim hujan. Namun, dari 38 lokasi sungai dan saluran yang menjadi sasaran pemeliharaan, lima lokasi masih dalam proses pengerjaan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pemeliharaan sungai dan saluran menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Pengerukan dilakukan untuk mengurangi sedimentasi dan menjaga kelancaran aliran air ketika hujan turun.

“Pemeliharaan sungai dan saluran ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ujar Agustina dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026).

Dari total 38 lokasi yang menjadi sasaran pemeliharaan, pekerjaan telah dilakukan di 33 lokasi, sedangkan lima lainnya masih berproses. Penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi sungai dan saluran dalam mengalirkan air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto menyebut, pemeliharaan mencakup wilayah timur, utara, barat, serta tengah dan selatan.

Sejumlah lokasi yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, Kali Bunggel Pedurungan Tengah sepanjang 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, serta Sungai Jumbleng Jerakah sepanjang 1,2 kilometer.

Pekerjaan juga mencakup Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, Sungai Silandak ruas Purwoyoso, serta sejumlah saluran di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah.

Sementara itu, lima lokasi yang masih dalam proses pengerjaan meliputi Kali Sodor, Kali Sier, Kali Semarang ruas Kuningan, Kali Semarang ruas Lodan Raya, dan Saluran Buludrain.

Siapkan Pompa dan Alat Berat

Baca Juga: BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

Selain pemeliharaan sungai dan saluran, Pemkot Semarang menyiapkan peralatan untuk mendukung penanganan banjir. DPU memiliki 119 unit pompa dengan kapasitas gabungan 92.190 liter per detik atau setara 92,19 meter kubik per detik.

Pemkot juga memiliki 101 unit pompa portabel yang dapat mendukung penanganan genangan sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan dan pengerukan, tersedia pula 66 unit truk pengangkut material (*dump truck*) dan 57 unit alat berat.

Kesiapan peralatan tersebut menjadi salah satu unsur pendukung penanganan air saat curah hujan meningkat. Meski demikian, efektivitasnya juga bergantung pada kondisi operasional pompa, lokasi penempatan, kelancaran saluran, serta koordinasi petugas di lapangan.

Pengerukan Banjir Kanal Barat Berkoordinasi dengan BBWS

Terkait sedimentasi di Banjir Kanal Barat, DPU Kota Semarang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pengerukan oleh BBWS telah dimulai dari bagian hilir, termasuk kawasan depan The Park.

Load More