Ronald Seger Prabowo
Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:32 WIB
Penemuan benda menyerupai granat manggis di kompleks Keraton Solo, memicu penanganan khusus oleh kepolisian dan Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. [Dok Polresta Solo]
Baca 10 detik
  • Seorang abdi dalem menemukan benda mirip granat manggis di kompleks Keraton Solo pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Tim Gegana Brimob Polda Jateng mengevakuasi benda mencurigakan tersebut dan menyisir 13 titik di kawasan keraton.
  • Benda berbahaya itu akhirnya dibawa ke Mako Brimob Gunung Kendil untuk menjalani proses pemusnahan lebih lanjut.

SuaraJawaTengah.id - Penemuan benda menyerupai granat manggis di kompleks Keraton Solo, memicu penanganan khusus oleh kepolisian dan Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah.

Petugas juga melakukan penyisiran di 13 titik di kawasan keraton untuk mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain.

Benda berkarat yang tertimbun tanah tersebut ditemukan seorang abdi dalem saat melakukan kegiatan bersih-bersih di area revitalisasi keraton, Selasa (20/10/2026). Lokasi penemuan berada di belakang Bangsal Marcukudo atau Panti Pidono.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian melalui layanan darurat 110 dan Polsek Pasar Kliwon. Jajaran Polresta Solo segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana untuk memeriksa serta menangani benda mencurigakan tersebut.

Kapolresta Solo AKBP Condro Sasongko membenarkan penemuan itu. Menurut dia, benda tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika petugas revitalisasi membersihkan kawasan keraton.

“Petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut. Saat ini tengah dievakuasi,” ujar Condro melansir, Rabu (21/10/2026).

Gegana sisir 13 titik di kompleks keraton
Untuk mengantisipasi potensi bahaya, petugas gabungan meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 titik di dalam kompleks Keraton Surakarta.

Benda yang menyerupai granat manggis itu diketahui dalam kondisi berkarat dan tertimbun tanah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa benda itu merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan. Namun, dugaan mengenai asal-usulnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas berwenang.

Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan awal, benda tersebut diamankan oleh Tim Gegana Brimob Batalyon C. Selanjutnya, benda dibawa ke Mako Brimob Kompi 3 Gunung Kendil untuk menjalani proses disposal atau pemusnahan oleh teknisi bom Gegana Brimob.

Baca Juga: Baru Masuk Masa Transisi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar, Polisi Kerahkan Water Cannon

Penanganan khusus dilakukan karena benda tersebut belum dapat dipastikan tingkat keamanannya. Langkah evakuasi dan pemusnahan ditujukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi pekerja revitalisasi, abdi dalem, maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Warga diminta tidak menyentuh benda mencurigakan
Kapolresta Surakarta mengimbau para abdi dalem, pekerja revitalisasi, dan masyarakat agar berhati-hati apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga menyerupai bahan peledak.

Warga diminta tidak menyentuh, mengangkat, ataupun memindahkan benda tersebut secara mandiri. Jika menemukan benda serupa, masyarakat diimbau segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan darurat 110.

Penanganan benda yang diduga mengandung bahan peledak harus dilakukan petugas berkompeten untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

Load More