- DPW PKB Jawa Tengah meluncurkan Gerakan Berani di Semarang pada Kamis untuk memperkuat aksi kemanusiaan.
- Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman memimpin pengiriman 13 ribu pakaian layak pakai bagi korban gempa NTT.
- Gerakan sosial tersebut juga memfasilitasi sertifikasi halal bagi seribu UMKM guna memperluas jangkauan pasar usaha.
SuaraJawaTengah.id - Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum bagi DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah untuk memperkuat gerakan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui peluncuran Gerakan Sosial Badan Persaudaraan Antar Iman (Berani), PKB Jateng mendorong aksi kemanusiaan sekaligus pemberdayaan ekonomi, termasuk melalui fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluncuran gerakan tersebut dipimpin Sekretaris DPW PKB Jateng H Sukirman di halaman kantor DPW PKB Jateng, Semarang, Kamis (22/10). Dalam kesempatan itu, sebanyak 13 ribu pakaian layak pakai juga dikirimkan untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sukirman mengatakan, gerakan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Hari Santri tidak sekadar sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan santri, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, peran santri dalam membangun bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung, mulai dari aksi kemanusiaan hingga dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
“Dalam launching ini, kita sekaligus mengirimkan 13 ribu pakaian pantas pakai kepada korban gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Sukirman.
Selain penyaluran bantuan kemanusiaan, Gerakan Berani juga telah menjalankan sejumlah program sosial, di antaranya pemberian beasiswa pendidikan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.000 UMKM.
Program sertifikasi halal tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil agar dapat memenuhi kebutuhan sertifikasi produknya. Dengan demikian, UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Sukirman berharap, gerakan sosial tersebut tidak berhenti pada kegiatan di tingkat provinsi. Ia mendorong seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB di Jawa Tengah untuk memperkuat koordinasi agar berbagai program sosial dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kita juga menginginkan agar DPC yang ada di Jawa Tengah terus saling koordinasi untuk menguatkan gerakan sosial ini,” jelas Plt Bupati Pekalongan tersebut.
Baca Juga: Cuaca Semarang Diprakirakan Panas hingga 36 Derajat Celsius, Warga Diminta Waspada
Ketua DPW Berani Jateng Marius Yosep Terakinasih menambahkan, pengiriman bantuan kepada korban gempa di NTT merupakan bentuk kepedulian yang tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah.
“Ini sekaligus bagaimana menjaga semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa kita,” imbuhnya.
Selain peluncuran gerakan sosial, rangkaian kegiatan Hari Santri yang digelar PKB Jateng juga diisi dengan mujahadah dan ziarah ke makam KH Mahfudh Salam di kompleks Benteng Willem I atau Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang.
KH Mahfudh Salam merupakan ayahanda KH Sahal Mahfudz, ulama asal Pati yang pernah menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia ditangkap militer Belanda setelah melakukan perlawanan, kemudian dipenjara dan dipindahkan ke penjara Ambarawa hingga meninggal dunia.
Ketua DPW PKB Jateng H Sarif Abdillah mengatakan, ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang keteladanan ulama yang telah mengabdikan hidupnya bagi perjuangan bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati jasa para pendahulu dan melanjutkan pengabdian untuk kemaslahatan umat,” terang Sarif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam
-
Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib
-
Temui Mahasiswa di Tengah Aksi, Kapolda Jateng: Aspirasi Silakan, Pelanggaran Hukum Ditindak