- Aulia Hilwa Sabrina merintis usaha kuliner Cucur Aulia di Rembang sejak tahun 2013 dengan modal minim.
- Rumah BUMN Rembang dan ajang NjajanFest 3X tahun 2026 berhasil memperluas pasar produk kue Cucur Aulia.
- Cucur Aulia terpilih menjadi tenant terfavorit di festival kuliner Rembang yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.
SuaraJawaTengah.id - Rumah BUMN Rembang terus mendorong pengembangan UMKM lokal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan, melalui fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar. Salah satu UMKM ditunjukkan Cucur Aulia milik Aulia Hilwa Sabrina yang berhasil menjadi tenant terfavorit di NjajanFest 3X, festival kuliner terbesar di Rembang yang diikuti ratusan UMKM.
Aulia merintis Cucur Aulia pada 2013 dengan modal awal Rp200 ribu. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai pegawai kontrak, ia mulai memproduksi kue cucur setiap pukul 02.00 WIB, kemudian mendistribusikan produknya ke toko kue dan pasar tradisional pada pagi hari.
Kini, Cucur Aulia memiliki tiga varian, yakni kue cucur tradisional, sari kedelai bermerek Soya Aulia, dan tape ketan hijau. Dengan mengutamakan bahan baku premium, usaha ini telah memiliki sertifikat halal MUI, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta perlindungan HAKI untuk merek dagang. Produk Cucur Aulia dapat dibeli langsung di toko yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Rembang, maupun melalui layanan pemesanan online.
Sejak bergabung dengan Rumah BUMN Rembang dan mengikuti NjajanFest pada 2025, Aulia merasakan perkembangan positif pada usahanya. Produk Cucur Aulia semakin dikenal masyarakat dan penjualan meningkat. Puncaknya, pada NjajanFest 3X 2026, Cucur Aulia berhasil menjadi tenant terfavorit di tengah persaingan ratusan UMKM peserta.
“Alhamdulillah, saya senang dan bangga menjadi bagian dari Rumah BUMN Rembang. Sejak bergabung, produk kami semakin dikenal dan penjualan juga meningkat. Bisa menjadi tenant terfavorit di antara ratusan UMKM tentu menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berkembang. Terima kasih kepada Rumah BUMN Rembang, NjajanFest, dan seluruh pelanggan yang telah mendukung Cucur Aulia,” ungkap Aulia.
Selain memiliki cita rasa khas, kue cucur juga menyimpan makna filosofis sebagai simbol harapan agar rezeki terus mengucur dan berlimpah. Makna tersebut sejalan dengan semangat Aulia untuk terus mengembangkan usaha dan memperkenalkan kuliner tradisional Rembang kepada masyarakat luas.
Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, mengatakan bahwa melalui Rumah BUMN Rembang yang dikelola secara co-partnership bersama induk perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), perusahaan terus mendorong UMKM agar berkembang dan berdaya saing melalui fasilitasi promosi serta perluasan akses pasar.
“Keberhasilan Cucur Aulia menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dengan dukungan promosi yang tepat. Maka, ajang NjajanFest menjadi salah satu wadah strategis untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Festival kuliner terbesar di Rembang ini berhasil menarik lebih dari 50.000 pengunjung dengan total perputaran uang dan omzet pelaku UMKM mencapai Rp 2,56 miliar,” terang Taufik.
Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong semakin banyak UMKM untuk berkembang dan naik kelas. “Melalui Rumah BUMN Rembang, kami ingin semakin banyak UMKM mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan membawa produk unggulan Rembang semakin dikenal masyarakat luas,” pungkas Taufik.
Baca Juga: Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara