Sementara narasumber lain, mantan aktifis mahaiswa di era Orba, Andi Prasetyo juga menilai film AMD membuka fakta sejarah Orde Baru kepada anak-anak muda sekarang.
"Bahwa kondisi demokrasi sekarang lebih baik, orang bebas berbicara lewat media sosial namun harus tetap dapat dipertanggungjawabkan," tutur pengajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Purbalingga.
Sebelum pemutaran dan diskusi, ditampilkan musik akustik yang membawakan lagu "Kebenaran Akan Terus Hidup" dari Fajar Merah dan lagu wajib demonstran ’98 "Darah Juang” ciptaan Jhon Tobing. Beberapa puisi dibacakan seperti "Peringatan” karya Wiji Thukul, “Paman Doblang” dan “Sajak Sebatang Lisong” karya Rendra.
Selain itu, pentas monolog berjudul "Menjelang Pesta Kebun" oleh Karyo Gunawan, mahasiswa jurusan teater ISI Surakarta asal Purbalingga. Tak lupa, peristiwa budaya itu juga dimanfaatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk sosialisasi.
Baca Juga:Atasi Nyeri Tulang Bengkok, Sutopo BNPB Belajar Yoga
Dengan suguhan kopi gratis persembahan Bela-Beli Purbalingga, semakin menghangatkan ratusan penonton yang didominasi pemilih pemula dalam merakayan Hari Film Nasional ke-69 di Purbalingga.