Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai

Arus kendaraan yang melintas di gerbang Tol Kalikangkung yang merata, baik kendaraan yang masuk maupun keluar.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 April 2025 | 20:40 WIB
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
Arus kendaraan di ruas tol Semarang-Solo di wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (2/4/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)

SuaraJawaTengah.id - Peningkatan arus mudik di jalan tol masih terjadi pada H+1 Lebaran.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Brigjen Pol. Sonny Irawan mengatakan, peningkatan arus mudik diduga diakibatkan aktivitas pemudik lokal antardaerah di provinsi ini.

"Arus mudik antarwilayah aglomerasi saja, seperti wilayah Semarang, Kendal, Demak," kata Sonny melansir ANTARA, Rabu (2/4/2025).

Ia mencontohkan arus kendaraan yang melintas di gerbang Tol Kalikangkung yang merata, baik kendaraan yang masuk maupun keluar.

Baca Juga:Fakta Sejarah dan Tradisi Mudik Lebaran 2025 yang Jarang Diketahui

Sonny menambahkan, kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan dari wilayah aglomerasi di sekitar Semarang.

Arus kendaraan di ruas tol Semarang-Solo di wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (2/4/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)
Arus kendaraan di ruas tol Semarang-Solo di wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (2/4/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)

Berdasarkan data Pos Terpadu Kalikangkung mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB tercatat 16.994 kendaraan melintas masuk gerbang Tol Kalikangkung dari arah Kota Semarang.

Adapun jumlah kendaraan dari arah barat yang keluar melalui gerbang Tol Kalikangkung tercatat mencapai 18.310 kendaraan.

Sementara itu kepadatan arus lalu lintas, kata dia, terjadi di ruas Solo-Jogja. Sonny menyebut kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi peningkatan arus kendaraan yang menuju Yogyakarta usai Lebaran.

Jalur tol yang sebelumnya akan difungsikan untuk arus balik mulai pintu keluar Taman Martani kembali diberlakukan seperti saat arus mudik menuju Yogyakarta.

Baca Juga:Arus Mudik Meningkat, Pertamax Series Jadi Andalan Perjalanan Jauh

Menurut dia, rekayasa tersebut dilakukan untuk mengurangi beban jalan arteri Klaten-Yogyakarta yang kapasitasnya lebih kecil dibanding jalan tol.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini