Sunan Kuning Ditutup, Pengelola Resos: WPS Jangan Dibuat Sengsara

Pemkot Semarang juga diminta bijak saat para WPS yang akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Chandra Iswinarno
Kamis, 13 Juni 2019 | 21:30 WIB
Sunan Kuning Ditutup, Pengelola Resos: WPS Jangan Dibuat Sengsara
Penampakan lokalisasi Sunan Kuning, Kelurahan Kalibanteng, Semarang Barat. (Suara.com/Adam Iyasa)

"Kampung Tematik di kawasan Argorejo bisa menjadi pusat kuliner maupun pusat karaoke. Maka para WPS maupun warga sekitar tidak khawatir akan kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Selama ini, Suwandi yang didaulat sebagai orang tua asuh para WPS, juga tidak lepas tangan dalam mengangkat derajat para WPS. Upaya sistem tabungan menjadi solusi mereka untuk beralih profesi sejak dini.

"WPS di Argorejo wajib menabung, dulu sebulan sekali, terus dua minggu sekali, hasil bekerja harus disisihkan dan ada catatannya. Jika sudah dapat tabungan Rp 150 juta bisa untuk modal usaha saat balik kampung," bebernya.

Program itu diklaim cukup sukses, dalam pantauan Suwandi jika selama kurun tiga tahun telah mengalami penurunan jumlah para WPS. Banyak yang sudah beralih profesi seperti usaha salon, kuliner, tata rias dan lainnya.

Baca Juga:Jadi Sarang PSK, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup Sebelum Agustusan

"Cukup sukses, dengan modal tabungan mereka beralih profesi pekerjaan lainnya yang lebih baik. Jumlah WPS menurun dari 740 orang tersisa menjadi 476 orang WPS," jelasnya.

Kontributor : Adam Iyasa

REKOMENDASI

News

Terkini