Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi

Elpiji melon yang diperoleh dari hasil sidak tersebut ditukarkan dengan elpiji nonsubsidi brightgas berukuran tabung 5,5 kilogram.

Chandra Iswinarno
Selasa, 25 Juni 2019 | 18:40 WIB
Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi
Pemkot dan Hiswana Migas Solo melakukan sidak ke beberapa rumah makan di daerah tersebut. [Antara]

SuaraJawaTengah.id - Penyalahgunaan peruntukan gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram yang seharusnya bagi masyarakat miskin dan usaha kecil, masih ditemukan di sejumlah rumah makan yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Dari hasil sidak yang dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama Pemkot Surakarta bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Solo mendapatkan beberapa rumah makan masih menggunakan elpiji melon.

Di sela sidak, pada Selasa (25/6/2019), Sales Eksekutif Elpiji Region IV Pertamina Adeka Sangtraga Hiptapriya mengatakan tiga rumah makan tersebut seharusnya sudah masuk kategori usaha menengah yang tidak lagi berhak atas elpiji subsidi.

"Kalau dilihat kan omzet mereka sudah lumayan," katanya seperti dilansir Antara.

Baca Juga:DPR Pantau Keluhan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Sumut

Sebagai tindak lanjut, elpiji melon yang diperoleh dari hasil sidak tersebut ditukarkan dengan elpiji nonsubsidi brightgas berukuran tabung 5,5 kilogram.

"Kami masih masa promo, jadi dua tabung elpiji melon ditukarkan dengan satu tabung brightgas isi," katanya.

Terkait tujuan sidak tersebut, pihaknya ingin memantau konsumsi elpiji subsidi pascalebaran.

"Kami ingin melihat apakah kesadaran masyarakat sudah tumbuh. Kami monitor ini sekaligus melakukan edukasi. Sebetulnya sosialisasi ini sudah sering kami gaungkan," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, fakta di lapangan masih ada pengguna elpiji 3 kilogram yang belum sadar.

Baca Juga:Polisi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Cipayung

"Sebetulnya aturan kan sudah jelas. Pada skala UKM, konsumsi elpiji 3 kilogram ini khusus untuk usaha yang omzetnya masih di bawah Rp300 juta per tahun. Di atas itu sudah harus menggunakan elpiji nonsubsidi," katanya.

Sementara itu, dari hasil sidak didapatkan terdapat 28 tabung elpiji 3 kilogram masih digunakan di rumah tiga rumah makan tersebut.

"Hanya di satu rumah makan yang tabungnya belum ditukar karena tadi alasannya pemilik sedang tidak di tempat. Ini yang kadang jadi kendala kami saat melakukan sidak di lapangan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Elpiji 3 kilogram Hiswana Migas Surakarta Agustinus Aditya mengimbau kepada pelaku usaha rumah makan golongan menengah untuk mengganti tabung gas elpiji tiga kilogram.

"Termasuk kalau ada rumah makan yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram, kami minta agar mereka mengganti elpiji nonsubsidi. Elpiji 3 kilogram kan memang disubsidi dan hanya untuk masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak