Sisakan Asap Tebal di TPA Putri Cempo, Pemulung Takut Mengais Sampah

Tebalnya asap sampah yang terbakar membuat para pemulung memilih menghentikan pencarian sampah.

Chandra Iswinarno
Selasa, 30 Juli 2019 | 13:59 WIB
Sisakan Asap Tebal di TPA Putri Cempo, Pemulung Takut Mengais Sampah
Pemulung di TPA Putri Cempo memandangi gundukan sampah yang terbakar pada Senin (29/7/2019) lalu. [Suara.com/Ari Purnomo]

SuaraJawaTengah.id - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo berdampak pada aktivitas warga di sekitarnya. Termasuk puluhan pemulung yang sehari-hari menggantungkan hidupnya mencari sampah di TPA tersebut.

Tebalnya asap sampah yang terbakar membuat para pemulung memilih menghentikan pencarian sampah.

Salah satunya adalah Tuminah. Nenek 60 tahun dari Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah itu sudah puluhan tahun menjadi pemulung di TPA Putri Cempo. Setiap pagi, Tuminah bersama dengan puluhan pemulung lain selalu datang ke TPA. Mereka mencari sampah plastik dari gunungan sampah yang ada.

Tetapi, adanya kebakaran sampah membuat Tuminah tidak bisa mengais sampah plastik seperti biasanya. Dia tidak kuat dengan asap kebakaran sampah yang ada.

Baca Juga:Gunungan Sampah Lebih Dari Tujuh Meter di TPA Putri Cempo Terbakar

"Tadi pagi berangkat mencari sampah pukul 08.00 WIB. Tetapi api sudah kembali membesar, dan saya takut untuk mencari sampah," katanya saat ditemui Suara.com di lokasi, Selasa (30/7/2019).

Api yang semakin membesar dan asap yang tebal, membuat Tuminah memilih istirahat. Jumlah sampah yang didapatkannya pun tidak sebanyak biasanya. Tetapi, apa mau dikata raga tuanya pun tidak mampu untuk menembus tebalnya asap yang terus membumbung.

"Ini cuma dapat sedikit sampah plastik. Saya takut, soalnya api membesar dan asapnya tebal," katanya.

Selama kebakaran terjadi, Tuminah juga mengenakan masker seadanya. Bau sampah sebenarnya bukan menjadi hal baru. Tetapi, asap dari sampah membuat nafasnya sedikit terengah.

Sehingga, Tuminah pun memilih tidak melanjutkan mencari sampah plastik. Hal yang sama disampaikan oleh pemulung lainnya, Mbiyem (65).

Baca Juga:Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari

Nenek yang sudah puluhan tahun mencari sampah di TPA Putri Cempo itu mengaku tidak kuat lagi dengan asap kebakaran. Selain itu, Mbiyem juga takut dengan kobaran api dari kebakaran.

"Apinya cukup besar, anginnya juga kencang. Kami istirahat dulu takut juga," katanya.

Sebagai alternatifnya, Mbiyem lebih memilih mengais sampah di tempat-tempat yang lebih aman. Tetapi, hasilnya pun tidak sebanyak jika mencari si gunungan sampah. Tetapi, tidak ada pilihan lain jika tidak ingin pulang ke rumah dengan tangan hampa.

Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Solo dan relawan terus melakukan upaya pemadaman.

"Pemadaman ini terkendala lokasi titik api yang sulit dijangkau. Kemudian angin juga kencang, kami terus berupaya untuk menyiram ke lokasi kebakaran," ungkap kepala Dinas PMK Solo, Gatot Sutanto.

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak