Kekeringan di Gunungkidul, Warga Terpaksa Jual Ternak untuk Beli Air Bersih

Warga harus membeli air bersih dari swasta seharga Rp 120 ribu per tangki

Chandra Iswinarno
Selasa, 06 Agustus 2019 | 19:20 WIB
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Terpaksa Jual Ternak untuk Beli Air Bersih
Warga Gunung Kidul memperlihatkan meteran PDAM yang terus berputar dan hanya mengeluarkan angin. [Suara.com/Rahmad Ali]

SuaraJawaTengah.id - Warga di Padukuhan Banyumanik, Desa Pacajero, Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa menjual ternak mereka untuk membeli air bersih selama musim kemarau dalam tiga bulan terakhir.

"Nek wong kene kudu adol wedus ben iso tuku banyu (masyarakat di sini harus jual kambing biar bisa beli air)," kata Warga Padukuhan Banyumanik Gunadi (40) kepada suara.com saat ditemui pada Selasa (6/7/2019)

Warga, lanjut Gunadi, harus membeli air bersih dari swasta seharga Rp 120 ribu per tangki. Lantaran itu satu tangki hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama satu pekan.

"Satu tangki 5.000 liter harganya Rp 120 ribu. Kalau yang punya sapi banyak malah kurang seminggu, berapa pun harganya tetap kami beli wong butuh," ujarnya

Baca Juga:BNPB: 2.347 Desa di 7 Provinsi Dilanda Kekeringan hingga Bulan September

Gunadi menambahkan, sebenarnya Pipa PDAM Tirta Handayani menjangkau sampai wilayah tersebut sejak tiga tahun silam. Namun faktanya kran di rumah-rumah warga hanya mengalirkan angin tanpa setetes pun air.

Meski demikian warga tetap harus membayar rata Rp 300 ribu per tiga bulan, alasannya tambah Gunadi, meterannya terus berputar seiring keluarganya angin.

“Paling keluar air hanya seminggu sekali, itupun debitnya sangat kecil. Parahnya lagi, meski hanya keluar angin warga tetap harus membayar bulanan ke PDAM sesuai dengan angka di meteran yang terus berputar," paparnya

"Kita harus bayar tiga bulan sekali rata-rata Rp 300 ribu, itu kita harus nombok, bahkan saya pernah dikira nipu warga. Wong banyune ora metu kok suruh bayar," tambahnya

Gunadi menceritakan pada medio Desember 2018 lalu, 48 keluarga di daerah tersebut sempat diberikan harapan dengan mendapatkan limpahan air bersih dari program sistem penyediaan air minum dusun (Spamdus) yang dibiayai Bank BRI Wonosari.

Baca Juga:Kemenko PMK Sebut 28 Provinsi Terancam Kekeringan

Namun hingga saat ini pembangunan jaringan air bersih tersebut belum pernah mengeluarkan air meski sudah dinyatakan selesai. Bahkan proyek tersebut telah diresmikan langsung oleh Kepala Kanwil BRI DIY.

"Dulu saya tanya kok diresmikan, padahal belum keluar air, alasan mereka kalau belum diresmikan tidak cair dananya, habis diresmikan tidak diapa-apain lagi. Sampai sekarang air tidak keluar," ujarnya

"Di luar sana, isunya Banyumanik airnya melimpah, jadi kita susah untuk mengajukan bantuan air bersih," tutupnya.

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak