Kegemaran Tingkat Membaca Buku Sleman Turun, Penggunaan Internet Kian Masif Jadi Faktor Utama

Minat baca Sleman turun drastis krn internet. Peringkat DIY jg turun. Tantangan: keterbatasan armada perpustakaan keliling. Strategi: digitalisasi & optimalkan DLC.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:19 WIB
Kegemaran Tingkat Membaca Buku Sleman Turun, Penggunaan Internet Kian Masif Jadi Faktor Utama
Ilustrasi membaca buku (Pexels/AndreyPopov)
Baca 10 detik
  • Dinas Perpustakaan Sleman mencatat penurunan kegemaran membaca signifikan akibat tingginya penggunaan internet oleh masyarakat.
  • Pada 2025, peringkat kegemaran membaca Sleman di DIY turun menjadi ketiga di bawah Kulon Progo dan Bantul.
  • Keterbatasan armada perpustakaan keliling hanya menjangkau sekitar 85 sekolah dari total lebih dari 600 institusi.

SuaraJawaTengah.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mencatat adanya penurunan tajam pada angka statistik kegemaran membaca di wilayahnya. Hal itu disebabkan dari faktor keaktifan dan penggunaan internet yang kian tinggi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengungkapkan bahwa merosotnya angka-angka tersebut terpantau sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.

Penurunan ini berdampak langsung pada posisi kompetitif Sleman di tingkat provinsi. Pada tahun 2025, Sleman hanya menduduki peringkat ketiga dalam tingkat kegemaran membaca se-DIY di bawah Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.

"Sementara untuk kalau dibandingkan dengan tahun 2024, memang semuanya terjadi penurunan di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengalami penurunan dan cukup signifikan juga penurunannya karena yang dari angka 80 itu ke angka 50 sekian," kata Shavitri, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:Ironi Kericuhan di Stadion Jatidiri: Dipicu Suporter Snex, Panpel Hingga Anak Kecil Nyaris Jadi Korban

Semakin mudahnya masyarakat mengakses internet merupakan faktor terbesar yang memengaruhi penurunan kegemaran membaca ini. 

Kepala dinas yang akrab disapa Evi itu membuat kecenderungan anak-anak untuk membaca buku secara konvensional atau fisik makin merosot. 

"Kalau didalam survei, memang ada pilihan. Membaca buku dari buku konvensional atau dari internet, e-book. Tapi mungkin ini menjadi perhatian bagi pendidik dan kita semua, bagaimana anak-anak kita itu mencari sumber referensinya dari internet," ungkapnya.

"Jika dulu, kita mengetahui sesuatu dengan mencari dari buku, tapi anak sekarang menggunakan chat-gpt ataupun gemini," imbuhnya.

Kondisi cukup memprihatinkan terlihat pula pada Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sleman. Berdasarkan data evaluasi, indeks pembangunan literasi di Kabupaten Sleman mengalami penurunan satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:Pasca Kerusuhan di Stadion Jatidiri, Manajemen PSIS Semarang Lakukan Evaluasi: Suporter Anarkis Bakal Susah Beli Tiket

"Turun satu peringkat. Jadi yang tadinya di peringkat tiga turun menjadi peringkat empat di tahun 2025," ucapnya.

Evi tak memungkiri bahwa penurunan angka-angka itu menjadi perhatian serius.

Walaupun memang target literasi masyarakat Sleman di tahun 2025 masih menunjukkan tren positif dengan berhasil melampaui target dari 54,04 menjadi 67,18.

Ia mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup berat. Termasuk keterbatasan sarana penunjang literasi seperti armada perpustakaan keliling.

Keterbatasan armada Jaka Tingkir (Jelajah Perpustakaan Menuju Literasi yang Terkini dan Responsif) atau perpus keliling menjadi salah satu kendala dalam menjangkau ratusan sekolah dasar dan menengah di Bumi Sembada. 

Saat ini, layanan tersebut baru mampu menjangkau maksimal 85 sekolah per tahun. Jauh di bawah total jumlah sekolah yang mencapai lebih dari 600 institusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak