Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Temuan Tengkorak di Banyumas, Polisi Pastikan Pembunuhan Berencana

Chandra Iswinarno Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:29 WIB

Kasus Temuan Tengkorak di Banyumas, Polisi Pastikan Pembunuhan Berencana
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Semula, tersangka Minah sempat melarang dan meminta kedua anaknya tidak melakukan tindakan biadab itu.

SuaraJawaTengah.id - Polisi memastikan kasus pembunuhan yang melibatkan tersangka Minah dan ketiga anaknya sudah direncanakan sejak awal.

“Ini pembunuhan berencana, karena seminggu sebelum kejadian, terjadi pertengkaran hebat antara tersangka Irvan dengan korban Sugiono,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Selasa (27/8/2019).

Sesuai pengakuan tersangka, lanjutnya, para pelaku merasa ada ancaman pembunuhan dari korban. Lantaran itu, keduanya merencanakan aksi pembunuhan kepada korban daripada harus dibunuh terlebih dahulu.

"Setelah perkelahian dengan Sugiono, didiskusikan antara tersangka Irvan dan tersangka Putra, disampaikan kepada ibunya tersangka, Saminah untuk menyampaikan niat mereka melakukan pembunuhan terhadap tiga orang korban,” kata Bambang lagi.

Semula, tersangka Minah sempat melarang dan meminta kedua anaknya tidak melakukan tindakan biadab itu.

“Waktu itu Ibunya melarang tapi karena terus menerus, akhirnya dibiarkan dengan bahasa terserah,” kata Bambang lagi.

Sampai pada akhirnya, aksi pembunuhan pun dilakukan pada 9 Oktober 2014 yang kemudian mayat korban pembunuhan tersebut dikubur di lahan yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Sebelumnya, Misteri identitas empat tengkorak yang ditemukan di belakang rumah Misem, masuk Dusun Karanggandul RT 7 RW 3 Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berikut teka-teki siapa pelakunya, akhirnya terungkap. Korban dan pelaku merupakan anak-cucu dari Misem.

Korban yang ditemukan sudah menjadi tengkotak itu adalah anak Misem yang tinggal serumah, masing-masing Supratno (Ratno), Sugijono (Yono), dan Heri Sutiawan (Heri).

Satu korban lainnya, yakni Vivin Dwi Loveana, merupakan anak kandung dari Supratno, atau cucu Misem.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait