Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Namanya 'Dilewati' Megawati saat Rakernas PDIP, Ini Reaksi Wali Kota Solo

Rendy Adrikni Sadikin Senin, 13 Januari 2020 | 12:47 WIB

Namanya 'Dilewati' Megawati saat Rakernas PDIP, Ini Reaksi Wali Kota Solo
Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. [Suara.com/Ari Purnomo]

Rudy menanggapi santai.

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menanggapi santai usai namanya tak disebut Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam pidato pembukaan Rakernas PDIP.

Ketika itu, dalam pidato di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2019), Megawati menyebut beberapa nama kepala daerah yang dinilai berbakti kepada daerahnya. Namun, tidak disebut nama FX Hadi Rudyatmo.

Tapi, FX Hadi Rudyatmo tidak ambil pusing. Dia menanggapi santai. Menurut dia, jika Solo tidak disebut, itu bukanlah sebuah persoalan yang serius.

"Solo tidak disebut itu bagi saya tidak ada persoalan. Yang penting saya melaksanakan tugas sebagai petugas partai di seksekutif mau dan mampu menjabarkan visi misi partai. Berjuang untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Itu adalah visi PDIP," terang dia seperti dilansir dari Solopos.com--jaringan Suara.com--, Senin (13/1/2019).

Rudy juga mengatakan bisa saja namanya tidak disebutkan gara-gara Megawati lupa. Sebab, penyebutan beberapa daerah oleh Megawati tidak berdasarkan teks, melainkan berdasarkan ingatan sosok Ketua Umum PDIP itu.

"Dalam hal ini mungkin yang diambil contoh yang sudah masuk di DPP, sudah jadi Gubernur atau jadi pembicara di DPP waktu sekolah partai. Mbak Mega tak mungkin mampu mengingat semua karena saat menyebut itu bukan atas dasar tulisan," urainya.

Dalam pidatonya di pembukaan Rakernas PDIP, Mega pertama menyebutkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai kepala daerah yang berbakti bagi daerahnya. Kemudian dia juga menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

"Azwar Anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah. Apalagi ya. Itulah susahnya karena banyak, Bapak Presiden, jadi menghapalkannya sering kali lupa. Tapi begitulah banyaknya contoh-contoh kader kami yang memang telah bekerja berbakti bagi daerahnya masing-masing. Oh iya, Giri dari Badung, Bali. Apalagi ya? Cukuplah," sebut Megawati.

Solopos.com/Kurniawan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait