Indeks Terpopuler News Lifestyle

Stunting di Jateng Capai 34,3 Persen, Kemensos Maksimalkan Kartu Sembako

Chandra Iswinarno Sabtu, 15 Februari 2020 | 02:50 WIB

Stunting di Jateng Capai 34,3 Persen, Kemensos Maksimalkan Kartu Sembako
Ilustrasi stunting

Juliari mengatakan Kartu PKH juga bisa digunakan sebagai Kartu Sembako

SuaraJawaTengah.id - Persoalan stunting masih menjadi masalah yang menakutkan bagi Warga Jawa Tengah, lantaran angka stunting masih mencapai 34,3 persen. Karena itu, Kementerian Sosial akan memaksimalkan program Kartu Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH)

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat berada di Semarang pada Jumat (14/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Juliari mengatakan Kartu PKH juga bisa digunakan sebagai Kartu Sembako. Menurutnya, Kartu Sembako penting karena akan diberikan kepada warga dengan bentuk kebutuhan pokok yang biasa dimakan oleh warga.

"Ini kan digunakan untuk mengurangi stunting jadi warga akan diberikan kebutuhan pokok berupa makanan-makanan yang bergizi minimal berupa sayuran dan daging," jelasnya saat ditemui di Semarang pada Jumat (14/2/2020).

Kendati mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, Kemensos akan menyesuaikan makanan yang dibutuhkan oleh warga sekitar. Pihaknya tidak menyamaratakan kebutuhan warga dari bahan yang diberi melalui Kartu Sembako.

"Ya memang kita sadari setiap daerah itu tidak bisa kita samaratakan. Intinya kita akan berikan makanan-makanan yang bergizi soalnya kita tujuannya untuk mengurangi angka stunting," katanya.

Selain itu, ia akan berupaya untuk meningkatkan e-warung agar ekonomi warga dan pengusaha yang ada di Semarang semakin baik. Hal penting agar masyarakat bisa mudah ketika mendapatkan penyaluran bantuan dari pemerintah

"Jika e-warung sudah bagus, maka bisa dibuka e-warung yang lain agar bisa merata dan dinikmati oleh masyrakat," paparnya.

Dia menilai melalui program e-warung, ekonomi Kota Semarang akan terus mengalami kenaikan. Terbukti, indeks pendapatan Warga Kota Semarang meningkat. Mulai dari Rp 10 ribu per bulan naik menjadi Rp 150 ribu.

"Kalau kita lihat dengan adanya e-warung sedikit membantu pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Indeks penghasilannya juga terus bertambah," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait