Rektor Unnes Tantang Balik Sucipto Debat Soal Penghinaan Terhadap Presiden

Chandra Iswinarno
Rektor Unnes Tantang Balik Sucipto Debat Soal Penghinaan Terhadap Presiden
Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman (kiri), mendatangi Kantor Komnas HAM, Jumat (13/12/2019). [Semarangpos.com-Humas Unnes]

Menurutnya, debat sudah menjadi tradisi kajian ilmiah di program studi fakultas, lembaga penelitian hingga tingkat mahasiswa.

SuaraJawaTengah.id - Kasus penonaktifan Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sucipto Hadi Purnomo kembali bergejolak. Setelah Sucipto menginginkan agar kasusnya diselesaikan secara akademik melalui debat terbuka, kini giliran Rektor Unnes Fathur Rokhman menjawabnya dengan bersedia jika ada yang memfasilitasi debat terbuka tersebut.

Ia mengatakan, sudah siap jika ada yang mengajak debat terbuka soal kasus tersebut. Menurutnya, debat sudah menjadi tradisi kajian ilmiah di program studi fakultas, lembaga penelitian hingga tingkat mahasiswa.

"Saat Sucipto diperiksa tidak menjawab pertanyaan mengapa dirinya mengunggah status yang ada di halaman media sosialnya. Ia menjawab kalau itu hak pribadi. Mungkin akan menjawab di acara debat ya," jelas Fathur saat dihubungi Suara.com, Selasa (18/2/2020).

Menurut Fathur, dinonaktifkannya Sucipto berawal saat Unnes mendapatkan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa ada dosen Unnes atas nama Sucipto Hadi Purnomo yang telah diadukan oleh masyarakat pendukung Presiden Joko Widodo.

"Akhirnya, dari pihak Unnes yang terdiri dari Jurusan, Fakultas dan Tim Binap menindaklanjutinya," katanya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk persoalan hukum sudah terdapat prosedur hukum dimana sanksi yang diberikan kepada Sucipto sudah sesuai dengan peraturan pemerintah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami komitmen membangun Unnes kampus yang merdeka dengan SDM unggul berkarakter. Termasuk cerdas bermedia sosial tanpa hoax dan hate speech," paparnya.

Seperti diketahui, Dosen Unnes Sucipto Hadi Purnomo dinonaktifkan secara tiba-tiba karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, ia mengatakan akan sangat senang jika kampus dapat memfasilitasi untuk debat terbuka pada kasus yang menjeratnya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS