Ribuan Warga Jepara Datang dari Jakarta Dipantau Takut Kena Corona

Pebriansyah Ariefana
Ribuan Warga Jepara Datang dari Jakarta Dipantau Takut Kena Corona
Gubernur Ganjar Pranowo mengecek coverall yang dikirim dari China. [Dok. Pemprov Jateng]

Sebanyak 80 bus dari Jakarta telah membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Hal itu akan menjadi perhatian oleh pemerintah Jateng.

SuaraJawaTengah.id - Jumlah pasien positif corona di Jawa Tengah mulai tak terbendung. Sebanyak 38 warga Jateng telah dinyatakan positif, jumlah tersebut naik dua kali lipat dari data sebelumnya.

Namun jumlah tersebut tidak membuat warga waspada dan berhati-hati. Terhitung sejak Minggu (22/3/2020), ribuan warag Jepara yang kerja di Jakarta tetap nekat mudik ke Jepara.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, sebanyak 80 bus dari Jakarta telah membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Hal itu akan menjadi perhatian oleh pemerintah Jateng.

"Saya juga mencermati pergerakan warga perantauan dari Jateng yang mempercepat mudik ke kampung halaman, termasuk Jepara," jelasnya kepada awak media, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, ia juga mencermati peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng. Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2625 penumpang.

Menurutnya, situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan beberapa terminal lain yang ada di Jateng.

Ia meminta para Bupati dan Walikota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protocol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW,” tekannya.

Untuk itu, kepala daerah juga dipersilahkan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya.

"Selain itu juga dipersilahkan untuk melarang setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan," paparnya.

Menurutnya, saat ini sudah terlalu banyak korban jatuh. Bahkan tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, Ganjar berpesan agar patuhi himbauan pemerintah.

"Hal ini penting agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga musibah ini segera bisa kita lalui,” imbuhnya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS