Ikut Prosesi Pemakaman sang Nenek, Cawalkot Solo Gibran Tampil "Sederhana"

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Ikut Prosesi Pemakaman sang Nenek, Cawalkot Solo Gibran Tampil "Sederhana"
Anak pertama Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, tampak mengenakan sandal jepit Swallow saat proses pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo, sang nenek, di TPU Mundu, Kelurahan Selokaton, Kecamatan Gendangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Kakak dari Kaesang Pangarep ini bertugas mengiringi peti jenazah dengan membawa pigura foto sang nenek menuju pendopo pemakaman.

SuaraJawaTengah.id - Pemakaman Ibunda Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo, berjalan cukup khidmat. Di tengah prosesi pemakaman yang berjalan lancar, ada saja hal yang mencuri perhatian orang-orang yang hadir di TPU Mundu, Kelurahan Selokaton, Kecamatan Gendangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020) siang itu. Anak pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tampil 'sederhana' dengan beralaskan sandal jepit Swallow.

Sudah menjadi rahasia umum jika keluarga besar mantan Wali Kota Solo ini cukup sederhana dalam melakukan aktivitas, seperti halnya yang dilakukan Gibran. Calon Wali Kota Solo ini berpakaian sederhana dengan kemeja putih, sarung merah, dan alas kaki berupa sandal jepit kala mengikuti prosesi pemakaman neneknya.

Gibran bersama Jokowi hadir ke TPU Mundu pukul 13.00 WIB. Kakak dari Kaesang Pangarep ini bertugas mengiringi peti jenazah dengan membawa pigura foto sang nenek menuju pendopo pemakaman.

Anak pertama Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, tampak mengenakan sandal jepit Swallow saat proses pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo, sang nenek, di TPU Mundu, Kelurahan Selokaton, Kecamatan Gendangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Anak pertama Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, tampak mengenakan sandal jepit Swallow saat proses pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo, sang nenek, di TPU Mundu, Kelurahan Selokaton, Kecamatan Gendangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Lantunan doa serta selawat nabi mendengung saat prosesi berlangsung. Pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo dihadiri oleh Jokowi dan Gibran dari pihak keluarga. Ibu negara, Iriana Joko Widodo, tak terlihat selama prosesi pemakaman berjalan.

Sejumlah pejabat juga hadir saat pemakaman di TPU Mundu. Di antaranya Kepala Staff Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Proses pemakaman berlangsung sekitar satu jam. Cuaca terik mendukung prosesi pemakaman hingga selesai. Empat petugas makam berseragam rompi hijau membantu prosesi tersebut. Mereka tengah bersiap sebelum peti jenazah datang.

Diwawancarai terpisah, Bupati Karanganyar Juliyatmono ikut berbelasungkawa atas wafatnya ibunda Jokowi di usia ke-77. Kabar tersebut menjadi duka mendalam bagi dirinya.

"Ini menjadi duka yang cukup dalam bagi saya. Mungkin ini juga menjadi duka bagi masyarakat Karanganyar, di mana ayah Pak Jokowi pernah menjadi Lurah Kranggan [desa di Karanganyar]. Mereka sangat sederhana dan ucapan belasungkawa ini menjadi doa agar almarhumah meninggal dengan husnulkhatimah," terang Juliyatmono di sela-sela prosesi pemakaman.

Pemakaman berakhir pukul 13.55 WIB. Jokowi, Gibran, serta kerabat kembali ke rumah duka di Sumber, Banjarsari, Solo. Usai pemakaman, rencananya akan digelar tahlilan di kediaman almarhumah Sudjiatmi Notomihardjo.

Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi atau RS DKT Solo, Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB. Dalam konferensi pers yang digelar di rumah duka Jalan Pleret Raya nomor 9A, Sumber, Banjarsari, Solo, Jokowi mengatakan, ibunya sudah empat tahun menderita kanker. Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono juga mengatakan, ibunda Jokowi sudah menderita sakit kanker tenggorokan sejak lama.

Wafatnya Sudjiatmi Notomihardjo menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Ribuan ungkapan belasungkawa diucapkan masyarakat, mulai dari unggahan di media sosial hingga karangan bunga. Prosesi pemakaman di TPU Mundu Karanganyar cukup sederhana dan bersifat tertutup.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS