facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tegal Lockdown Hari Ini, Masih Bisa Keluar Masuk Lewat 4 Jalan Ini

Pebriansyah Ariefana Senin, 30 Maret 2020 | 14:01 WIB

Tegal Lockdown Hari Ini, Masih Bisa Keluar Masuk Lewat 4 Jalan Ini
Seorang warga melintas di samping pembatas jalan di kawasan perempatan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/3). [ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah]

Sementara dari 49 titik jalan yang rencananya ditutup, hanya 35 titik yang resmi ditutup.

SuaraJawaTengah.id - Kota Tegal, Jawa Tengah lockdown, Senin (30/3/2020) hari ini. Namun Kota Tegal masih bisa dimasuki pendatang lewat 4 jalur yang disediakan.

Kota Tegal lockdown akan berlangsung selama empat bulan, dimulai dari 30 Maret sampai dengan 30 Juli 2020. Sedikitnya ada empat titik yang bisa digunakan untuk keluar masuk Kota Tegal.

Di antaranya di Jalan Proklamasi, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sultan Agung dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sementara dari 49 titik jalan yang rencananya ditutup, hanya 35 titik yang resmi ditutup.

Baca Juga: Inggris Lockdown, Mourinho Pantau Latihan Tim via Video

"Sesuai dengan arahan dari Polres Tegal Kota, maka yang sebelumnya hanya satu titik yang kita buka, kini ada empat titik yang bisa digunakan untuk akses keluar masuk dan 35 titik yang ditutup," ujar Sekda Kota Tegal Johardi, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, dari empat jalan yang dibuka, tiga di antaranya akan digunakan sebagai akses keluar masuk kendaran sembako dan BBM.

Sedang satu akses yang digunakan untuk keluar masuk aktivitas masyarakat difokuskan di Jalan Proklamasi.

"Pagi ini nampaknya masih ada warga yang bisa lewat di jalan yang khusus BBM dan sembako. Nantinya tetap satu pintu di Jalan Proklamasi," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Tegal untuk memahami kondisi penutupan jalan ini. Sebab, kebijakan yang diambil Pemkot Tegal bertujuan bukan untuk menghambat tetapi untuk menyelematkan semuanya.

Baca Juga: "Plan A" dan "Plan B" Lockdown Kota Bogor

"Ini tentu akan sedikit merepotkan. Kita semua harus memahami situasi dan kondisi seperti ini. Satu untuk menyelamatkan masyarakat dan kedua agar ekonomi tidak mati," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait