Gubernur Ganjar Marah Jenazah Corona Ditolak: Jaga Perasaan Keluarga!

Ganjar sempat bertanya ke berbagai pakar untuk memastikan bahwa virus corona akan ikut mati setelah dikubur.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 01 April 2020 | 17:04 WIB
Gubernur Ganjar Marah Jenazah Corona Ditolak: Jaga Perasaan Keluarga!
Gubernur Ganjar Pranowo mengecek coverall yang dikirim dari China. [Dok. Pemprov Jateng]

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kecewa banyak jenazah pasien positif corona di wilayahnya ditolak warga. Ganjar meminta kepada warga yang menolak menjaga perasaan keluarga almarhum.

Ganjar mengaku miris mendengar informasi tersebut. Pasalnya, penolakan itu akan menyakit perasaan keluarga pasien positif corona yang ditinggalkan. Bahkan, Ganjar sempat bertanya ke berbagai pakar untuk memastikan bahwa virus corona akan ikut mati setelah dikubur.

"Penolakan jenazah Covid-19 mulai muncul di beberapa tempat. Tolong betul saya meminta kepada masyarakat bahwa saya sudah tanya ke beberapa pakar kalau itu sudah meninggal dan prosedur SOP-nya sudah bagus, itu tidak apa-apa. Yang penting Anda tidak melayat, ikuti prosedurnya. Kalau sudah dikubur sudah selesai. Virusnya juga mati juga di situ," terang Ganjar di video yang diunggah oleh pengguna akun media sosial Instagram @ganjar_pranowo, Rabu (1/4/2020).

Maka dari itu, ia kembali meminta masyarakat tidak menolak keberadaan jenazah pasien positif corona. Dengan adanya penolak tersebut, akan memunculkan stigma negatif kepada pihak keluarga korban.

Baca Juga:Update Corona 1 April 2020 di Jogja: 28 Positif, 2 PDP Meninggal

"Satu stigmasisasi pada korban dan keluarga pasti akan sakit. Kedua, masyarkat yang suah terstigmasisasi itu kasihan, mereka butuh dukungan. Saya mohon pada masyarakat jagalah perasaan mereka. Lihat mayatnya enggak boleh, lihat wajahnya nggak boleh, itu sudah sakit. Jangan tambah sakiti perasaan mereka," pungkasnya.

Tak hanya di Lampung, pasien positif corona di Banyumas, Jateng yang meninggal dunia mengalami penolakan dari warga ketika akan dimakamkan. Warga sekitar beranggapan virus corona bisa menulari mereka meski jenazah sudah dimakamkan.

Warga Tumiyang, Pekuncen, Banyumas bahkan secara bergerombol memblokade jalan masuk desa menuju kompleks pemakaman.

Mereka menggelar aksi tersebut hingga pagi hari sampai jenazah pasien positif corona tersebut dipindahkan ke tempat lain. Menurut info yang beredar, jenazah yang dimakamkan di wilayah tersebut bukan lah warga Tumiyang.

"Memang di situ tanah pemkab. Tapi kan dekat dengan pemukiman warga. Apalagi di sana ada peternakan sapi dan bak air yang biasa digunakan warga," terang salah satu warga Iwan, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga:Virus Corona Covid-19 Picu Gangguan Tidur, Begini Cara Mengatasinya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak