Kisah Pemulung Sembuh dari Virus Corona di Wonogiri

Pebriansyah Ariefana
Kisah Pemulung Sembuh dari Virus Corona di Wonogiri
Ilustrasi pemulung. [Suara.com/Rahmad Ali]

Dia 1 di antara 3 orang yang sembuh.

SuaraJawaTengah.id - Slamet Hadi Santoso sembuh dari virus corona. Slamet Hadi Santoso adalah seorang pemulung berusia 70 tahun.

Slamet Hadi Santoso warga Kadipaten RT 003/RW 002, Jendi, Selogiri. Dia tercatat sebagai pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Wonogiri yang telah sembuh. Ada dua orang lainnya yang sembuh dari 10 pasien positif corona.

Pasien sembuh lainnya adalah Eko Eviyanto, berusia 48. Dia adalah sopir asal Pandeyan, Jatisrono. Slamet dan Eko dinyatakan sembuh setelah hasil dua kali tes swab negatif. Hasil tes kali terakhir diterima, Kamis (30/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, Adhi Dharma mengatakan saat ini hanya Slamet yang sudah dipulangkan. Sementara Eko masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Eko masih dirawat karena penyakit penyertanya masih membutuhkan penangangan. Adhi belum dapat menyampaikan penyakit penyerta yang diderita Eko. Dia hanya menyebut penyakit dalam.

“Sebenarnya Pak Slamet juga memiliki penyakit penyerta. Tapi dia dalam kondisi baik, sehingga bisa pulang,” kata Adhi saat ditemui Solopos.com (jaringan Suara.com) di kawasan kota Wonogiri, Jumat (1/5/2020).

Slamet dan Eko selama dirawat menjalani empat kali tes swab. Dua kali tes awal hasilnya mereka positif terinfeksi Covid-19. Dua kali tes berikutnya hasilnya negatif yang berarti infeksi di tubuh mereka sudah sembuh.

Meski sudah sembuh dan boleh pulang, Slamet harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan menerapkan pola hidup sehat. Dia tak boleh keluar rumah terlebih dahulu agar tidak tertular Covid-19 lagi.

“Sebelumnya Pak Slamet menjalani RDT [rapid diagnostic test atau rapid test]. Hasilnya nonreaktif [antibodi tak bereaksi atau tak terjadi infeksi]. Setelah dites swab hasilnya positif [terinfeksi Covid-19]. Ada juga kasus hasil RDT reaktif [antibodi bereaksi atau terjadi infeksi], tapi hasil tes swab negatif,” imbuh Adhi.

Dia menginformasikan pasien Covid-19 yang belum sembuh ada enam orang dari jumlah akumulasi 10 pasien. Dua orang di antaranya menjalani karantina mandiri secara ketat di rumah masing-masing. Empat pasien lainnya dirawat di RSUD Wonogiri, RS Bhayangkara Semarang, dan RSUD dr. Moewardi Solo. Seperti diketahui, satu pasien Covid-19 di Wonogiri meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Pos Komando dan Pengendalian (Poskodal) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, hingga Kamis (30/4/2020) pukul 21.00 WIB tercatat jumlah akumulasi pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 46 orang yang terdiri atas 36 orang sembuh, satu orang meninggal dunia (negatif Covid-19), sembilan orang masih dirawat inap.

Sementara, jumlah akumulasi orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 607 orang yang terdiri atas 384 orang selesai dipantau dan 223 orang masih dipantau.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS