Tak Nurut Menag, Bupati Jadi Khatib Sholat Ied di Alun-alun Karanganyar

Pebriansyah Ariefana
Tak Nurut Menag, Bupati Jadi Khatib Sholat Ied di Alun-alun Karanganyar
Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Lapangan Merdeka, Kota Solok, Sumatera Barat, Minggu (25/6). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Bupati Juliyatmono menilai masyarakat Karanganyar cerdas dan tidak akan abai terhadap kondisi darurat pandemi Covid-19.

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten Karanganyar membolehkan sholat Idul Fitri berjamaah di lapangan. Bahkan sang bupati menjadi khatib.

Sholat Idul Fitri akan digelar di Alun-Alun Karanganyar. Warga diperkenankan mengikuti agenda tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020). Dalam agenda tersebut dia bakal bertindak sebagai khotib.

Bupati Juliyatmono menilai masyarakat Karanganyar cerdas dan tidak akan abai terhadap kondisi darurat pandemi Covid-19. Oleh karena itu dia optimistis warga Karanganyar dapat patuh, tertib, dan memanfaatkan kelonggaran itu dengan sebaik-baiknya.

"Kami percaya, yakin. Masyarakat sudah mengatur sendiri-sendiri. Manfaatkan dengan baik. Artinya ya silakan ditata. Saya pimpin nanti di Alun-Alun dengan mengerahkan Satpol PP untuk memastikan protokol pencegahan persebaran Covid-19 betul-betul dilaksanakan," tutur dia.

Yuli—sapaan akrab Bupati Karanganyar juga mengizinkan warga boleh menggelar sholat Idulfitri berjemaah di lapangan, masjid, atau musala. Namun, dia meminta masyarakat tidak melakukan anjangsana atau halalbihalal di Hari Raya Idulfitri.

"Jika menghendaki sholat Id di tanah lapang, masjid, dan musala, kami mengizinkan dengan tetap mematuhi protokol je. Cuci tangan pakai sabun dan pada air mengalir, pakai masker, bawa sajadah sendiri, jaga jarak saf, persingkat khotbah," katanya dalam video yang diunggah di media sosial.

Yuli mengizinkan warga sholat Idulfitri berjemaah lantaran mengklaim persebaran Covid-19 di Karanganyar bisa dikendalikan. Sampai saat ini Pemkab Karanganyar mendeteksi dua klaster penularan, yakni klaster Gowa dan tenaga kesehatan maupun medis.

"Pertimbangan sederhana. Persebaran Covid-19 terkendali. Lokus sudah diketahui dan stagnan atau mengalami perlambatan, sudah terkendali. Kami identifikasi dan memberikan pilihan pada masyarakat.

Boleh sholat Ied tetapi perhatikan protokol kesehatan. Sholat Idul Fitri ini kan setahun sekali. Tetapi hindari halalbihalal," kata Bupati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020).

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September 2020

Meskki demikian pihaknya melarang warga Karanganyar melakukan anjangsana dan berhalalbihalal setelah sholat Idulfitri. Yuli menegaskan halalbihalal bisa dilakukan lewat handphone.

"Hindari berkerumun halalbihalal setelah sholat Ied. Biasanya kan setelah sholat Ied itu berkumpul di satu lokasi lalu bersalam-salaman, berkunjung ke rumah orang lain. Itu yang saya minta dihindari. Tidak perlu silaturahmi ke tempat lain, bisa lewat handphone," tutur dia.

Pada kesempatan itu, Yuli, menegaskan tidak menyelenggarakan open house di Rumah Dinas Bupati Karanganyar maupun kediaman pribadi. Pemkab Karanganyar pun tidak menyelenggarakan agenda tersebut.

"Pemerintah tidak membuka open house. Rumah dinas juga tidak ada open house. Semua tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak ada halalbihalal, pertemuan. Semua ditiadakan. Silaturahmi melalui teknologi, handphone,” tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS