15 Tersangka Ditangkap Dalam Operasi Sikat Candi 2020 Polresta Banyumas

Pebriansyah Ariefana
15 Tersangka Ditangkap Dalam Operasi Sikat Candi 2020 Polresta Banyumas
Pihak Polresta Banyumas mengejar dan menangkap belasan pelaku kejahatan pencurian sepeda motor dan jambret di beberapa wilayah hukum Polresta Banyumas selama Operasi Sikat Candi 2020 dalam kurun waktu 21 hari. (Suara.com/Anang)

Operasi tersebut dilakukan dari 6 sampai 25 Juli 2020.

SuaraJawaTengah.id - Pihak Polresta Banyumas mengejar dan menangkap belasan pelaku kejahatan pencurian sepeda motor dan jambret di beberapa wilayah hukum Polresta Banyumas selama Operasi Sikat Candi 2020 dalam kurun waktu 21 hari. Operasi tersebut dilakukan dari 6 sampai 25 Juli 2020.

Menurut Kapolresta Banyumas, Kombes Whisnu Caraka, ada 26 perkara dari 15 tersangka yang berhasil diungkap dengan rincian 3 pelaku pencurian dengan kekerasan, 9 pelaku pencurian dengan pemberatan dan 3 sebagai penadah. Tujuh diantaranya adalah target operasi dari Mapolda Jawa Tengah.

"Kita mengamankan barang bukti, 26 sepeda motor lalu lima unit HP, empat buah senjata tajam," kata Kombes Whisnu di Polresta Banyumas, Kamis (30/7/2020).

Rata-rata dari hasil pelaksanaan yang didapatkan pada saat operasi modus pelaku berbagai macam sehingga dikelompokkan menjadi lima bagian.

"Yang pertama mereka mengambil dari kunci yang masih menggantung, biasanya para petani atau pemancing yang meninggalkan sepeda motornya di tepi jalan," jelasnya.

Lalu modus kedua menggunakan kunci T dengan masuk ke rumah melalui atap dan kemudian mengambil sepeda motor dan sejumlah barang-barang seperti gawai.

"Terus ada lagi dengan cara mencongkel jendela. Lalu yang terakhir dengan cara berkenalan di media sosial, terus mengajak ketemuan dengan korban yang akan dituju. Terus kemudian menginap di hotel. Pada saat korban melakukan aktifitas di dalam hotel, kemudian pelaku mengambil sepeda motor, beserta STNK dan barang milik korban yang ada di hotel tersebut," ujarnya.

Kemudian untuk kejahatan pencurian dengan kekerasan dilakukan dengan dua cara. Ada pelaku yang memotong tali tas korban yang menaiki sepeda motor, atau ada juga yang menarik paksa setelah memepet korban.

"Kalau ada perlawanan dari korban baru dipukuli. Sedangkan tempat kejadian perkaranya ada di depan rumah, depan tempat ibadah, jalan raya, hotel dan ruko," terangnya.

Dari kelima belas pelaku yang ditangkap, ada dua pelaku kejahatan pencurian sepeda motor yang melakukan perlawanan dan mencoba kabur.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS