Masruri berharap dengan adanya WFH tidak mengganggu pelayanan dan kegiatan dinas.
"Untuk itu kepala OPD agar mengatur personelnya. WFH diberlakukan mulai Senin [14/9]. Batas waktunya melihat situasi. Jika wabah sudah terkendali nanti akan dievaluasi," kata dia.
Kepada yang menjalankan WFH, pihaknya meminta agar tetap menjalankan tugasnya di rumah, dan tidak menyalahgunakan waktunya.
"Kalau bisa kami sarankan yang WFH bisa merapat ke tim jaga tangga di masing-masing RT, jadi bisa membantu," lanjut Masruri.
Baca Juga:Kampus Kembali Buka, Kematian karena Covid-19 AS Melonjak Hampir 190.000
Masruri mengatakan sebelumnya kebijakan WFH sudah pernah diterapkan di Boyolali. Namun dicabut menyusul jumlah kasus Covid 19 yang sempat mereda.
"Tapi sekarang kondisi seperti ini, jadi diberlakukan lagi," jelas dia.
Berdasarkan data dari covid19.boyolali.go.id jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga hari ini (10/9/2020) sebanyak 635, kemudian pasien Sembuh 285 orang, dan pasien meninggal mencapai 22 orang.