Pria Ini Sudah 15 Tahun Tidur di Kuburan Usai Ibunya Wafat

Kuwato sebenarnya sudah pernah memiliki istri di akhir 1980-an. Namun tiga bulan kemudian, Kuwato sudah pisah rumah dengan istrinya.

Agung Sandy Lesmana
Kamis, 10 September 2020 | 16:33 WIB
Pria Ini Sudah 15 Tahun Tidur di Kuburan Usai Ibunya Wafat
Kuwato alias Moto (tak mengenakan baju) sudah belasan tahun tidur di kuburan (Solopos.com/Ponco Suseno)

SuaraJawaTengah.id - Pria bernama Kuwato alias Moto (52) dikabarkan sudah 15 tahun lamanya memilih tidur di Tempat Permakaman Umum (TPU) Sele, RW 018, Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Diduga alasan Kuwato tidur di kuburan karena mengalami depresi setelah ibunya meninggal dunia beberapa tahun silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com--media jaringan Suara.com, Kuwato merupakan anak dari Dasiyem. Kuwato sebenarnya memiliki saudara kandung yang berdomisili di Lampung. Belakangan diketahui, saudaranya yang di Lampung itu sudah meninggal dunia.

Kuwato sebenarnya sudah pernah memiliki istri di akhir 1980-an. Namun tiga bulan kemudian, Kuwato sudah pisah rumah dengan istrinya.

Di Bero, Kuwato sering berpindah-pindah rumah hingga empat kali. Rumah pertamanya di RT 001/RW 010 di Desa Bero. Berikutnya, Kuwato sering berpindah tempat ke rumah kosong milik tetangganya. Kuwato pun juga pernah tinggal serumah dengan orang tuanya di RW 018 Bero.

Baca Juga:Viral Liang Kubur Mengeluarkan Api, Warganet Malah Salah Fokus

Kuwato mengalami penurunan kesejahteraan pada akhir 1980-an. Ia kemudian hidup di bawah garis kemiskinan.

Ibu Meninggal

Pada 2005, Kuwato memperoleh kabar duka. Ibunya yang bernama Dasiyem meninggal dunia. Hal itu semakin mengguncang jiwa seorang Kuwato.

Depresi menghadapi tantangan hidup secara bertubi-tubi, Kuwato akhirnya sering menggelandang ke luar rumah. Kuwato pun tak lagi menempati rumah kosong milik tetangganya di Bero. Kuwato memilih tidur di kuburan atau di cungkup di TPU Sele di desa setempat.

Di TPU seluas 1 hektare itu, terdapat beberapa cungkup. Kuwato sudah beberapa kali berpindah tempat, dari cungkup satu ke cungkup lainnya di Makam Sele.

Baca Juga:Kasus COVID-19 Terus Naik, Pemkab Pandeglang Siapkan Kuburan Massal

"Memang setelah ibunya meninggal dunia, kehidupan Kuwato semakin nglambrang. Kalau kondisi Kuwato seperti itu karena ada faktor keturunan," kata seorang warga di Bero, Trucuk, Maryanto, 55, saat ditemui Solopos.com, di Trucuk, Rabu (9/9/2020) malam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini