Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hari Pertama PSBB DKI, IHSG Bergerak Naik

Budi Arista Romadhoni Senin, 14 September 2020 | 14:37 WIB

Hari Pertama PSBB DKI, IHSG Bergerak Naik
Seorang pewarta memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Sempat anjlok, IHSG mulai bergerak naik pada hari pertama PSBB DKI

SuaraJawaTengah.id - Pengumuman kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta sempat membuat Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) anjlok. Namun pada hari pertama diberlakukan PSBB, IHSG terlihat bergerak naik. 

Dilansir dari ANTARA, IHSG Senin (14/9/2020) pagi dibuka menguat 43,31 poin atau 0,86 persen ke posisi 5.060,02. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,1 poin atau 1,43 persen menjadi 789,41.

"IHSG hari ini diperkirakan akan positif menanggapi kebijakan diperketatnya kembali PSBB DKI Jakarta," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas di Jakarta.

Penggerak pasar pada pekan ini akan berasal dari dalam negeri yaitu kebijakan PSBB DKI yang kembali diresmikan melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88.

PSBB akan berlangsung selama dua minggu dimulai dari 14 September 2020 dimana 11 sektor esensial masih boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Sedangkan kantor di luar dari 11 sektor tersebut masih boleh beroperasi dengan kapasitas 25 persen.

Restoran dilarang untuk makan di tempat, mall dan pasar boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen. Tempat wisata publik dan museum kembali ditutup.

Sementara transportasi publik masih boleh beroperasi dengan dikurangi kapasitas dan frekuensinya sebesar 50 persen dan kebijakan ganjil genap ditiadakan.

Hal tersebut diperkirakan akan membuat volatilitas IHSG kembali tinggi. IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat 2,57 persen setelah penurunan 5 persen sehari sebelumnya. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 4,08 persen.

Sentimen lainnya datang dari dalam negeri berupa penambahan kasus positif COVID-19 yang terus mencatatkan rekor barunya pada 12 September dengan 3.806 orang. Pada Minggu (13/9) bertambah 3.636 kasus dengan kasus kumulatif 218.382 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait