Muklis kini pasrah ketika pembelian tiket bus melalui agennya kembali lesu menyusul ada PSBB. Dia hanya berharap pandemi segera berakhir dan kondisi kembali normal.
"Pasrah saja. Rejeki sudah ada yang mengatur. Yang penting KTP masih laku [untuk mengajukan pinjaman]," jelas dia.
Hal senada disampaikan pengelola agen bus lainnya di Terminal Ir. Soekarno, Imam Suwarto, 50. Imam menjelaskan dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan pengelola agen bus melainkan seluruh sektor ekonomi.
"Memang menurun. Yang penting disyukuri saja. Mau tidak mau ini menjadi ladang kami. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan pemerintah bisa tanggap. Kami tetap awali dari pribadi masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Imam.
Baca Juga:OTG Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Kasus COVID-19 Banten Semakin Ganas
Presiden Ingatkan Pemda Tak Gegabah Ambil Keputusan Terkait Covid-19
Sementara itu, Pengelola Teknologi Informasi Terminal Ir Soekarno Klaten, Saryana, mengatakan ada sekitar 28 agen bus di Terminal Ir Soekarno Klaten. Meski ada tren penurunan penumpang yang berangkat, para pengelola agen tetap membuka kios mereka.
"Berbeda dengan PSBB sebelumnya. Ada beberapa yang memilih tutup. Kalau sekarang semuanya tetap buka," kata dia.