Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kreatif, Tukang Tambal Ban Semarang Buat Sepeda Treadmill Seharga Rp40 Juta

Budi Arista Romadhoni Senin, 21 September 2020 | 13:11 WIB

Kreatif, Tukang Tambal Ban Semarang Buat Sepeda Treadmill Seharga Rp40 Juta
Sepeda tredmill yang dibuat Sulaji (Suara.com/Dari Yusuf)

Sepeda treadmill itu lebih murah, bila dibandingkan dengan buatan produk luar negeri

SuaraJawaTengah.id - Sebuah video viral seorang pria yang menggunakan sepeda treadmill viral di media sosial. Namun, siap sangka, pembuat sepeda treadmill tersebut merupakan seorang yang bekerja tambal ban asal Samarang.

Dia adalah Sulaji, seorang yang mempunyai tambal ban di Jl Wotgandul Kota Semarang. Ia membuat sepeda treadmill secara otodidak. Sulaji hanya melihat di youtube.

Sulaji membuat sepeda treadmill yang viral itu hanya berbekal sepeda bekas dan treadmill bekas yang sudah tak terpakai. Saat ini sepeda tredmill hasil dari modifikasinya itu telah viral.

Untuk membuat vidio tersebut, Sulaji membutuhkan waktu yang lama untuk membuat sepeda treadmill tersebut. Selama dua bulan ia bongkar pasang sepeda treadmill itu agar sesuai dengan yang diinginkan.

"Saya bongkar tiga kali ini sepeda karena sempat ada kekurangan," jelasnya kepada Suara.com, Senin (21/9/2020).

Sulaji mengaku, ide dari pembuatan sepeda tredmill tersebut hasil bermula sekitar dua tahun lalu ia melihat tayangan di sebuah tayangan televisi. Karena di Indonesia belum ada yang membuat, akhirnya ia mempunyai ide untuk membuat sepeda treadmill.

Jika dilihat, sepeda yang dibuat Sulaji memang berbeda dengan sepeda pada umumnya. Jika sepeda biasanya untuk menggerakan roda pakai pedal, sepeda yang dibuat Sulaji ini cukup menggerakan treadmill.

"Hasilnya memang lebih ringan karena seperti orang berjalan. Kalau pedal harus mengeluarkan tenaga yang cukup keras. Kalau ini bisa dengan berjalan dan berlari," ucapnya.

Untuk mengatur tingkat kecepatan, sepeda treadmill yang dibuat Sulaji juga dilengkapi dengan gear sepeda. Selain berguna untuk mengatur kecepatan, gear tersebut juga dirancang khusus agar sepeda yang dibuatnya bisa digunakan di jalan Kota Semarang yang tidak rata.

"Kalau di Semarang kan jalannya kadang turun, kadang naik dan kadang juga rata. Kalau tidak pakai gear bisa kacau," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait