Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pandemi Covid-19, Tujuh Ibu Hamil di Klaten Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

Budi Arista Romadhoni Kamis, 24 September 2020 | 07:52 WIB

Pandemi Covid-19, Tujuh Ibu Hamil di Klaten Melahirkan Tanpa Bantuan Medis
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Pandemi memberikan ketakutan kepada ibu hamil, akibatnya mereka melahirkan tanpa bantuan tenaga medis

SuaraJawaTengah.id - Selama pandemi Covid-19, terdapat tujuh ibu hamil melahirkan tanpa bantuan petugas medis di Kabupaten Klaten. Rata-rata kasus kelahiran bayi terjadi di dalam rumah dan dalam perjalanan menuju pelayanan kesehatan. 

“Kasus lahir brojol itu terjadi pada dua atau tiga bulan pertama [pandemi Covid-19 sejak Maret lalu]. Setelah itu tidak ada. Iya, lahir rumah [ketika proses kelahiran tanpa ada bantuan petugas medis]. Baru setelah kelahiran ke rumah sakit. Ada juga setelah kelahiran memberi tahu bidan desa,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Klaten, Tuti Nurharyanti dilansir dari Solopos.com, Rabu (23/9/2020).

Dari tujuh kasus ibu hamil melahirkan tanpa bantuan petugas medis Klaten itu, ada satu kasus yang menyebabkan sang bayi meninggal dunia. Hal itu lantaran proses kelahiran tidak normal dan sang ibu tak mengetahui umur kehamilannya.

“Kondisi ibunya selamat,” jelasnya.

Jumlah kasus bayi lahir brojol itu meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hanya ada satu atau dua kasus bayi lahir brojol, bahkan kadang tidak ada kasus dalam setahun.

Soal penyebab ibu hamil Klaten melahirkan tanpa bantuan medis, Tuti mengatakan beragam. Ada yang terlambat ke pelayanan kesehatan menyusul ada imbauan untuk tetap dalam rumah saja saat awal pandemi.

Ada pula yang tidak tahu perkiraan kapan hari kelahiran si bayi.

“Beberapa kasus itu ada yang dari luar kota kemudian ke Klaten. Karena takut nanti dicurigai [terpapar virus corona], akhirnya takut keluar rumah untuk ke pelayanan kesehatan. Belum sempat ke pelayanan kesehatan sudah lahiran,” jelasnya.

Tuti mengakui pada dua bulan awal pandemi Covid-19 seluruh petugas kesehatan fokus menangani pasien Covid-19. Namun, setelah dua atau tiga bulan itu kembali ke pelayanan esensial yang lain selain Covid-19.

"Kami beberapa bulan ini meningkatkan kualitas lagi, kembali memberikan pelayanan,” ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait