Efek Kurang Tidur saat Bangun di Pagi Hari, Rawan Stres dan Lebih Sensitif

Orang yang kurang tidur akan mengalami kesulitan dalam bersikap lebih positif.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Rabu, 30 September 2020 | 15:12 WIB
Efek Kurang Tidur saat Bangun di Pagi Hari, Rawan Stres dan Lebih Sensitif
Kurang Tidur, gangguan tidur, imsonia. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Menjaga pola tidur yang baik sangat penting bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Selama ini, banyak penelitian yang mengungkapkan berbagai masalah kesehatan akibat kurang tidur.

Melansir Medical News Today, sebuah studi yang dilakukan University of British Columbia (UBC) di Vancouver, Kanada, menyelidiki implikasi psikologis dari kurang tidur.

Tim peneliti menemukan bahwa setelah seseorang kurang tidur, kemampuan mereka untuk tetap positif pada pagi harinya berkurang ketika dihadapkan pada peristiwa yang menantang secara emosional. Mereka juga kurang bisa menikmati pengalaman positif.

Studi ini terbit di jurnal Health Psychology. Penulis studi, Nancy Sin, psikolog kesehatan dari UBC menjelaskan bagaimana kurang tidur membuat orang-orang menjalani hari-hari yang lebih rentan membuat stres.

Baca Juga:10 Penyebab Lapar Tengah Malam: Obesitas Hingga Kurang Tidur

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)

"Ketika seseorang mengalami suatu hal positif, seperti mendapat pelukan atau menghabiskan waktu di alam, mereka biasanya lebih bahagia pada hari tersebut. Namu  pada orang kurang tidur, mereka tak mendapat banyak dorongan positif seperti itu," ujar Sin.

Peneliti kemudian mengaitkan efek ini dengan berbagai dampak berbahaya. "Pedoman yang direkomendasikan untuk tidur malam yang nyenyak adalah setidaknya tujuh jam, tapi satu dari tiga orang dewasa tak memenuhi standar ini," lanjutnya kemudian.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang dengan kondisi kesehatan kronis, seperti menderita diabetes, kanker, dan penyakit jantung, cenderung lebih reaktif secara emosional saat dihadapkan dengan peristiwa pemicu stres.

Itulah mengapa dalam studinya, Sin juga mengatakan bahwa tidur dengan durasi lebih lama memberikan manfaat yang baik.

"Bagi mereka dengan kondisi kronis, kami menemukan tidur yang lebih lama, dibandingkan dengan durasi tidur biasanya, menyebabkan respons yang lebih baik terhadap pengalaman positif keesokan harinya," kata dia menerangkan.

Baca Juga:Waspada! Terlalu Sedikit atau Kebanyakan Tidur Berisiko pada Kesehatan Otak

Sin berharap studi seperti miliknya mampu meyakinkan orang-orang untuk memprioritaskan waktu tidur yang cukup sebagai cara agar tetap sehat dan memiliki hari-hari yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak