Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KPU Kota Semarang Jamin Pasien Corona yang Diisolasi Bisa Gunakan Hak Pilih

Chandra Iswinarno Rabu, 14 Oktober 2020 | 20:38 WIB

KPU Kota Semarang Jamin Pasien Corona yang Diisolasi Bisa Gunakan Hak Pilih
Rapat pleno terbuka rekap data pemilih sementara dan tetap KPU Kota Semarang, Rabu (14/10/2020). [Dok]

Pasien lain yang sedang dirawat di rumah sakit juga akan mendapatkan pelayanan serupa, yakni petugas mendatangi mereka agar dapat menggunakan hak pilih.

SuaraJawaTengah.id - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang, komisi pemilihan umum (KPU) setempat menjamin seluruh warga Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah Semarang memiliki hak memilih.

Meski calon pemilih sedang menjalani perawatan dan isolasi karena terkonfirmasi Virus Corona atau Covid-19.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengemukakan hal tersebut usai rapat pleno terbuka rekap data pemilih sementara dan tetap pada Rabu (14/10/2020).

Dia kemudian membeberkan prosedur agar pasien Covid-19 bisa memberikan hak suara saat pemilihan nanti. Semua akan dijamin hak pilihnya.

"Jika sakit di rumah akan didatangi KPPS dengan menggunakan APD. Kalau yang di rawat di rumah sakit atau rumah isolasi, akan didatangi KPPS dari TPS terdekat," katanya seperti dilansir Ayosemarang.com-jaringan Suara.com.

Dia juga mengatakan, pasien lain yang sedang dirawat di rumah sakit juga akan mendapatkan pelayanan serupa, yakni petugas mendatangi mereka agar dapat menggunakan hak pilih.

"Mereka nanti dilayani setelah jam 12.00 WIB. Perlakuannya mereka yang sakit sama seperti mereka yang memiliki KTP Semarang atau surat keterangan tapi belum terdaftar di DPT," jelasnya.

Meski begitu, diakuinya jumlah pasien di rumah sakit maupun rumah dinas sangat fluktuatif. Lantaran itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Semarang untuk mengetahui jumlah pasien yang dirawat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah pemetaan jumlah TPS yang dibutuhkan dalam melayani pasien Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi terkait mekanisme dan prosedur dalam melayani pasien Covid-19 dalam menggunakan hak pilih agar tidak salah penanganan.

"Misal di rumah dinas angkanya 50-150 pasien. Itu tidak mungkin satu TPS yang melayani. Kami akan berkoordinasi dengan Dinkes dan sektor-sektor terkait untuk mengetahui jumlahnya sehingga kami bisa melakukan distribusi."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait