Salah satu tetangga Alif, Wiwik, 49, menyebut kemanusiaan menjadi alasannya ikut memberikan bantuan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Karena kemanusiaan saja, ingin membantu. Kebetulan di rumah salah satu keluarga yang positif dan isolasi mandiri ada murid saya di PAUD. Harapannya supaya dia bisa nyaman isolasi mandiri. Tidak perlu keluar rumah," ujar dia.
Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Kejambon, Wisantoro mengatakan, terdapat 14 orang warga yang positif Covid-19.
"Awalnya ketahuan ada satu warga yang istrinya positif meninggal. Akhirnya di-tracking yang serumah dan beberapa tetangga depan dan belakangnya. Hasilnya keluar 14 orang positif. Itu dari 7 tujuh keluarga. Itu rata-rata isolasi mandiri sejak minggu lalu," ujarnya.
Baca Juga:Lembaga Internasional Ramal Tahun 2020 Ekonomi RI Minus 1,7 Persen
Menurut Wisantoro, bantuan yang diantarkan ke rumah keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri merupakan inisiatif dari warga. Bantuan lalu dihimpun ibu-ibu.
"Ini bagian dari Jonggo Tonggo. Selain mengantar makanan, kami kasih semangat. Kami juga edukasi ke warga lainnya supaya taat protokol kesehatan dan tidak mengucilkan warga yang positif," ujar dia.
Sementara itu bantuan paket sembako dari Pemkot Tegal baru disalurkan Rabu (28/10/2020) setelah Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zainal Abidin yang datang untuk memberikan bantuan berinisiatif menelepon Dinas Kesehatan.
Habib Ali meminta pemkot mencukupi kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah agar isolasi mandiri bisa berjalan efektif mencegah penularan.
"Harus tercukupi kebutuhannya, agar tidak sampai keluar rumah. Jika sampai keluar rumah nanti membahayakan yang lain," ujarnya.
Baca Juga:Harapan baru, Kecerdasan Buatan Ini Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Suara Batuk
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Sri Primawati Indraswari, bantuan untuk warga yang isolasi mandiri di Kelurahan Kejambon akan kembali disalurkan.