Sopir dan Ajudannya Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Bupati Banyumas?

Positif Covid-19, sopir dan ajudan Bupati Banyumas, Achmad Husein saat ini sudah menjalani isolasi di rumah sakit

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 10 November 2020 | 15:42 WIB
Sopir dan Ajudannya Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Bupati Banyumas?
Bupati Banyumas Achmad Husein. (Antara)

SuaraJawaTengah.id - Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemkab Banyumas. Beredar informasi sopir dan ajudan Bupati Banyumas, Achmad Husein terkonfirmasi Positif Covid-19.

Ketika dikonfirmasi, Bupati Husein membenarkan informasi tersebut. Bernada santai dan bercanda, ia juga memberitahu kondisinya saat ini.

"Sopir saya sudah masuk rumah sakit. Sama ajudan satunya itu," katanya di Pendopo Sipanji Purwokerto, Selasa (10/11/2020).

Setelah diketahui sopir dan ajudannya positif Covid-19, ia kemudian juga melakukan swab. Hasilnya pun telah diketahui.

Baca Juga:Emas 50 Gram Emak-emak di Padang Raib, Usai Dihipnotis 'Petugas Covid'

"Saya sudah swab, hasilnya alhamdulillah negatif," jelasnya singkat.

Namun ketika ditanya riwayat perjalan keduanya, Husein tidak menanggapi dan berjalan pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, dilain hal terkait dengan massa ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah berlangsung selama dua minggu, Husein menjelaskan telah melakukan evaluasi.

"Prosesnya semua baik. Artinya mematuhi protokol. Tetapi kemudian kita kan swab lagi, yang dulunya negatif waktu swab, setelah proses pembelajaran ini ternyata ada yang positif, guru penjaskes dan ini lagi di tracing apakah tertular dari muridnya atau istrinya," ujarnya.

Jadi berdasarkan SK 3 Menteri, jika sedang berjalan (PTM) kemudian ini ada yang positif, sekalipun satu maka tatap muka harus dihentikan.

Baca Juga:Habib Rizieq Pulang, Ketahui Pedoman Protokol Kesehatan Kepulangan WNI

"Mulai hari ini dihentikan kaya dahulu. Ini di tracing kalau semua negatif berarti ia tertular dari luar sekolah," terangnya.

Sebelum proses pembelajaran dimulai kembali, Bupati Husein menginstruksikan agar seluruh guru di swab semua. Ini mengantisipasi agar tidak muncul kluster sekolah di Kabupaten Banyumas.

Selama bulan November ini, berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Banyumas, tercatat tambahan 90 kasus baru Covid-19. Jika keseluruhan kasus sejak bulan Maret, hampir mencapai seribu kasus.

"Sekarang total kasusnya sudah 920. Bulan ini semoga tidak tinggi, karena baru tanggal 10 saja tambahannya cukup lumayan ini. Kita tracing terus," tutupnya.

Kontributor : Anang Firmansyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini