Tiga Kilometer dari Puncak Merapi, Aktivitas Warga Boyolali Masih Normal

Meski berstatus siaga, warga lerang merapi yang barada di Kabupaten Boyolali belum mengungsi

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 10 November 2020 | 16:33 WIB
Tiga Kilometer dari Puncak Merapi, Aktivitas Warga Boyolali Masih Normal
Sejumlah warga di Dukuh Stabelan RT 004 RW 005, Desa Tlogolele, Kecamatan, Selo, Kabupaten Boyolali, masih beraktivitas seperti biasa, Selasa (10/11/2020). (Suara.com/RS Prabowo)

SuaraJawaTengah.id - Meningkatknya status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) sejak Kamis (5/11/2020) lalu membuat sejumlah masyarakat yang tinggal di zona merah mulai menempati posko pengungsian.

Seperti yang terpantau Suara.com di Dukuh Stabelan RT 004 RW 005, Desa Tlogolele, Kecamatan, Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020). Aktivitas warga lereng merapi itu masih berjalan normal seperti biasa. 

Salah satu warga, Sumar (60) mengakui jika kegiatan masyarakat di kampungnya memang masih berjalan seperti biasanya, termasuk berladang.

"Sebagian besar ya masih tinggal di sini. Ada yang ke sawah, berkebun, maupun mengurus ternak," ujar dia

Baca Juga:Gunung Merapi Mengalami Guguran, BPPTKG: Itu Biasa Terjadi

Warga asli Stabelan itu tak menampik beberapa kal terdengar suara gemuruh yang berasal dari Gunung Merapi. Dalam sehari, suara gemuruh bisa terdengar sekali hingga dua kali.

"Sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini mas. Namun juga tetap waspada dan menuruti anjuran pemerintah nanti," tuturnya.

Disinggung apakah nanti membawa hewan ternak jika ke pengungsian, Sumar menyebut jika ternak tetap ditinggal.

"Kalau hewan ya tetap di kandang saja. Biasanya juga ada petugas keamanan seperti polisi yang berjaga," ujarnya.

Warga lain, Sunarto menambahkan, imbauan dari pemerintah baik provinsi maupun kabupaten mengenai status Siaga atau Level III sudah beberapa kali diberikan.

Baca Juga:Pengungsi Merapi di Barak Glagaharjo Tembus 185 Orang

"Sudah ada imbuan. Ya kita juga waspada seandainya terjadi erupsi sudah siap untuk ke lokasi pengungsian," tuturnya.

Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen A Nur memaparkan, Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) di wilayahnya mulai digunakan.

"Untuk saat ini warga dengan kategori rentan seperti lansia dan anak-anak sudah menempati pengungsian sementara," tegas dia.

Kontributor : RS Prabowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak