Women on Top Ternyata Posisi Seks Paling Berbahaya, Ini Penjelasannya

Women on top atau posisi seks perempuan di atas rupanya menimbulkan risiko bagi pihak pria. Bagaimana bisa begitu?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Jum'at, 13 November 2020 | 21:25 WIB
Women on Top Ternyata Posisi Seks Paling Berbahaya, Ini Penjelasannya
Bercinta di kursi dengan berbagai gaya. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Women on top atau perempuan yang berada di atas saat berhubungan intim disebut sebagai posisi seks paling tidak sehat atau berisiko. Namun, risiko yang lebih besar justru bisa dialami pihak pria.

Hal tersebut dinyatakan oleh penelitian yang disusun oleh para ilmuwan Kanada. Melansir dari Business Standard, posisi women on top disebut malah berbahaya bagi pria karena bisa menyebabkan fraktur penis atau patah tulang penis selama berhubungan seksual.

"Studi kami mendukung fakta bahwa hubungan seksual dengan woman on top adalah posisi seksual paling berisiko terkait dengan patah tulang penis," ungkap para peneliti.

Dilansir dari Telegraph, para peneliti mengamati tiga rumah sakit di Campinas, kota berpenduduk tiga juta orang di Brasil. Mereka menggunakan catatan rumah sakit dan mewawancarai pasien dalam beberapa kasus tertentu. 

Baca Juga:Berhubungan Seks Bisa Bakar 3,6 Kalori Per Menit, Ini 6 Manfaatnya!

Hubungan Seksual. (Elements Envato)
Hubungan Seksual. (Elements Envato)

Penelitian dilakukan dengan mengamati pasien diagnosis patah tulang penis selama periode 13 tahun. Studi ini juga telah dipublikasikan di jurnal Advances in Urology.

Separuh dari peserta dengan usia rata-rata 34 tahun melaporkan mendengar suara retak sebelum mengalami rasa sakit dan beberapa juga menderita pembengkakan pada penis ketika melakoni hubungan seksual dengan posisi women on top.

"Hipotesis kami adalah bahwa saat wanita ada di atas, dia biasanya mengontrol gerakan dengan seluruh berat tubuhnya mendarat di penis yang sedang ereksi, ini tak dapat menghentikan kemungkinan penis mengalami penetrasi yang salah," catat penulis.

"Sebaliknya saat pria mengontrol gerakan, dia punya peluang lebih baik untuk menghentikan energi penetrasi sebagai respons terhadap rasa sakit yang terkait dengan cedera," ungkap mereka kemudian.

Fraktur penis sendiri merupakan kondisi klinis relatif tidak umum yang bisa menyebabkan rasa takut serta malu pada pasien dan menghambat fungsi seksual.

Baca Juga:Posisi Seks Bisa Bakar Berapa Kalori? Cek Daftarnya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak