Awas! Akun WhatsApp yang Sering Kirim Berita Bohong Bisa Diblokir

WhatsApp telah memblokir 2 juta akun demi cegah hoaks

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 20 November 2020 | 08:41 WIB
Awas! Akun WhatsApp yang Sering Kirim Berita Bohong Bisa Diblokir
Ilustrasi WhatsApp. [Tumisu/Pixabay]

SuaraJawaTengah.id - Terdapat 2.000 informasi palsu atau hoaks yang terjadi pada tahun 2020, baik itu isu Covid-19, politik, ataupun sosial. Jumlah kenaikan peredaran berita hoaks di Indonesia juga mempengaruhi kenaikan jumlah pengguna media sosial. 

Direktur Komunikasi WhatsApp APAC, Sravanthi Dev mengatakan, WhatsApp telah memblokir 2 juta akun demi cegah hoaks. Akun-akun yang sudah diblokir WhatsApp ini tidak akan bisa digunakan kembali.

"Pemblokiran akun tersebut bersifat permanen, artinya mereka tidak bisa menggunakan akun yang sama. Mereka harus buat akun baru untuk kembali menggunakan WhatsApp," jelas Sravanthi dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Sravanthi menjelaskan, pada dasarnya WhatsApp adalah platform percakapan yang bersifat personal. Menurutnya, WhatsApp tidak dirancang untuk layanan broadcast messages (pesan siaran) ke berbagai lawan bicara.

Baca Juga:Pengguna WhatsApp Kini Bisa Kirim Pesan yang Otomatis Hilang Setelah 7 Hari

"Meskipun ada grup, kami mencatat bahwa rata-rata anggota grup WhatsApp sangatlah sedikit, jumlahnya di bawah sepuluh orang," jelas Sravanthi dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Selain itu, pencegahan hoaks juga dilakukan lewat fitur machine learning yang mengidentifikasi akun-akun penyebar pesan secara massal. Dengan mesin ini, WhatsApp akan menerima serta memproses laporan akun tersebut beserta laporan pemblokiran dari pengguna.

Sravanthi memaparkan, pencegahan beredarnya hoaks lewat WhatsApp juga dilakukan lewat pembatasan pesan. Apabila ada akun yang menyebarkan pesan dari pengguna lain, maka WhatsApp akan melabeli pesan tersebut sebagai Pesan Diteruskan.

Ia menambahkan, label tersebut juga memiliki dua ikon sebagai penanda. Apabila pesan yang diteruskan baru disebar satu kali, maka ikon tersebut menampilkan panah tunggal. Sedangkan untuk pesan yang sudah diteruskan berkali-kali, WhatsApp melabeli chat tersebut dengan panah ganda.

"Akun tersebut juga dibatasi untuk menyebarkan pesan. Merek hanya bisa mengirim lima pesan yang diteruskan, baik itu secara personal maupun lewat grup," tambah Sravanthi.

Baca Juga:Segera Klaim! Ini Cara Akses Token Listrik Gratis Sampai Desember 2020

Dengan pembatasan ini, Sravanthi menyebut bahwa penyebaran hoaks bisa menurun hingga 70 persen.

"WhatsApp sangat berkomitmen memberantas isu disinformasi yang marak. Inilah sebabnya kami terus-menerus memperbarui produk kami guna berkontribusi terhadap tantangan sosial ini," pungkasnya.

"WhatsApp sangat berkomitmen memberantas isu disinformasi yang marak. Inilah sebabnya kami terus-menerus memperbarui produk kami guna berkontribusi terhadap tantangan sosial ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak