alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Covid-19 di Banyumas Membludak, Pasien Suspek Tertahan di IGD

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 21 November 2020 | 11:12 WIB

Pasien Covid-19 di Banyumas Membludak, Pasien Suspek Tertahan di IGD
Ilustrasi perawatan pasien positif Covid-19. [ANTARA FOTO/Willy Kurniawan]

Pasien suspek tertahan di IGD karena tempat tidur dan ruang isolasi di Banyumas sudah penuh

SuaraJawaTengah.id - Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas membludak. Menurut Bupati Banyumas, Achmad Husein pada Bulan November ini saja, ada tambahan kasus Positif Covid-19 sebanyak 430. Ia memprediksi sampai akhir bulan ini, tambahan kasus bisa saja mencapai 500 orang.

"Bulan berikutnya bisa saja bertambah menjadi 700 atau bahkan 900 pasien. Sebelum ada vaksin," katanya di Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (21/11/2020).

Jumlah ini kemudian yang menjadikan jumlah tempat tidur di seluruh Rumah Sakit rujukan Covid-19 penuh. Oleh sebab itu, Husein mengatakan banyak pasien suspek Covid-19 yang tertahan di ruang IGD.

"Kaget saya mendapat laporan itu, makanya pagi ini saya rapatkan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," jelasnya.

Banyaknya jumlah pasien Covid-19 pada bulan ini, Husein kembali membuka opsi menggunakan Hotel Pondok Slamet sebagai lokasi karantina massal. Ia menemukan fakta penyebab tempat tidur di semua Rumah Sakit rujukan Covid-19 penuh.

"Berdasarkan rujukan aturan pusat. Harusnya pasien yang sudah sehat lebih dari 13 hari namun masih positif, bisa dipulangkan dan isolasi mandiri. Tapi banyak warga yang menolak. Oke, kalau itu tidak bisa dikembalikan pada masyarakat, saya minta kumpulkan kemudian saya masukkan di Pondok Slamet atau akan saya minta ke Pak Dandim di Wisma Tentara," ujarnya.

Lebih lanjut, kebijakan ini akan mulai dilakukan mulai hari Senin (23/11/2020) esok. Ia akan mengeluarkan pasien yang positif kategori OTG dari Rumah Sakit sebanyak 60 orang.

"Maka akan tersedia lagi jumlah tempat tidur sebanyak 110. Kemudian akan kita pilah lagi untuk pasien yang baru datang. Hanya orang yang bergejala sedang dan berat kemudian masuk ke Rumah Sakit. Yang lain karantina saja," jelasnya.

Berkaitan dengan bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal, Husein menjelaskan banyak pasien yang datang ke Rumah Sakit terlambat.

"Yang meninggal rata-rata karena telat. Datangnya itu sudah ngos-ngosan saturasi oksigennya di bawah 70 persen. Sudah hampir koid baru datang. Karena masyarakat itu malu, datang ke Rumah Sakit kemudian dikatakan Covid. Padahal Covid itu tidak apa-apa," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait