alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buya Syafii Sebut Mendewakan Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual

Budi Arista Romadhoni Minggu, 22 November 2020 | 13:58 WIB

Buya Syafii Sebut Mendewakan Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual
Cuitan Buya Syafii Maarif Sebut Mendewakan Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual (Twitter/SerambiBuya).

Ungkapan itu tertulis pada cuitan di twitter @serambiBuya

SuaraJawaTengah.id - Akhir-akhir ini publik kembali gencar membahas tentang istilah habib atau keturunan Nabi Muhammad SAW. Hampir di semua platform media sosial, pembahasan utama yang memenuhi beranda yakni persoalan habib.

Pembahasan mengenai silsilah keturuan Nabi ini mencuat ketika Habib Rizieq Shihab pulang ke tanah air setelah 3,5 tahun di Arab Saudi. Banyak masyarakat yang memuja keturunan Nabi bahkan mungkin banyak juga yang masih bingung terkait silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW.

Karena ramainya perbincangan mengenai habib tersebut, memantik Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif untuk turut berkomentar terhadap fenomena ini.

"Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini," ungkapnya dalam akun twitter miliknya @SerambiBuya pada Sabtu (21/11/2020).

Melihat postingan Ahmad Syafii Maarif, warganet turut berkomentar. Banyak di antara mereka setuju dengan pendapat dengan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta itu.

"Setuju dengan Buya.." Tulis akun @MAZGIYON.

"Sudah seharusnya saya yg mendapatkan petunjuk dan mengetahui syariat Allah dr nabi, mencintai dan menghormati keturunan beliau," kata akun @ariznd.

Selain itu, warganet juga berpendapat bahwa mendewakan keturunan Nabi memang tidak boleh, sikap yang dibenarkan yaitu menghormatinya.

"Mendewakan keturunan Nabi memang tidak boleh, apalagi yg bukan keturunan Nabi. Sikap yg benar adalah menghormati dan memuliakannya." Kata akun @zindhoe.

"Kalo aku hanya memulaiakan dan menghormati keturunan Nabi, bila keturunan Nabi seorang Habib lebih ku hormati lagi karena dia punya ilmu agama maka berguru padanya lebih baik lagi. tp kalo keturunan nabi hanya org biasa maka hanya menghormati dan memuliakan saja." Ungkap akun @arismo22.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait