alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Prediksi: Rumah Sakit Diserbu Pasien Covid-19 Tanggal 14 dan 15 Januari

Muhammad Yunus Sabtu, 02 Januari 2021 | 18:04 WIB

Prediksi: Rumah Sakit Diserbu Pasien Covid-19 Tanggal 14 dan 15 Januari
Perawat menyiapkan tempat perawatan pasien Covid-19 tambahan di RSUD Suradadi / [Suara.com / F Firdaus]

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal telah menambah kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19.

SuaraJawaTengah.id - Kepala‎ Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji, mengaku Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal telah menambah kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru. Lonjakan jumlah kasus Covid-19 usai libur Natal dan akhir tahun diprediksi akan terjadi pada 14 dan 15 Januari 2021.

Penyebabnya, meski tempat wisata dan publik ditutup serta perayaan tahun baru dilarang untuk mencegah kerumunan, libur panjang tetap dikawatirkan memicu lonjakan kasus.

Kepala‎ Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji mengatakan, penambahan ruang isolasi sudah dilakukan di sejumlah rumah sakit. Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Alhamdulillah, Pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet Berkurang

"Di RSUD Suradadi dari 66 bed ditambah menjadi 124 bed. RSUD dr Soeselo juga nambah. ‎Pokoknya di sembilan rumah sakit yang ada di Kabupaten Tegal, ruang isolasi nambah dari 200-an menjadi 400-an ruang saat ini," kata Hendadi, Sabtu (2/1/2021).

Sembilan rumah sakit tersebut diantaranya yakni RSUD dr Soeselo, RSUD Suradadi, RS Harapan Sehat, RS Mitra Siaga, RSI PKU Muhammadiyah, RS Hawari Essa, RS Adella, dan Rumkit DKT Pagongan.

Hendadi menjelaskan, selain untuk merawat pasien positif Covid-19 yang memiliki gejala sedang dan berat, penambahan ruang isolasi tersebut juga disediakan untuk‎ pasien positif tanpa gejala atau memiliki gejala ringan.

‎"Di RSUD Suradadi itu ada 60-an tempat perawatan untuk pasien positif tanpa gejala atau gejalanya ringan. Itu khusus yang rumahnya tidak layak untuk isolasi mandiri, misal tidak ada kamar terpisah," jelasnya.

Menurut Hendadi, upaya antisipasi lainnya yakni dengan peningkatan deteksi dini di puskemas-puskesmas.

Baca Juga: Peneliti Inggris: Angka Reproduksi Varian Baru Virus Corona Meningkat

Pasien yang datang ke puskesmas dengan keluhan batuk, flu, atau demam dipisahkan dari pasien lain untuk dilakukan screening terlebih dahulu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait